Agar Transformasi Ilmu Lebih Maksimal, Penyuluh Harus Kuasai Multimedia

oleh -241 views

MAKASSAR – Kementerian Pertanian mendukung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian yang profesional. Hal itu dilakukan melalui pendidikan, pelatihan vokasi maupun sertifikasi profesi, salah satunya untuk penyuluh. Kementan juga mendorong agar penyuluh menguasai multimedia.

Pasalnya, penyuluh menjadi garda terdepan dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditas yang berdaya saing. Sekaligus mewujudkan pencapaian swasembada pangan dan penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan akan terus mengawal tugas penting para penyuluh pertanian dengan melakukan komunikasi intensif untuk mengetahui kondisi terbaru di lapangan secara rutin melalui Agriculture War Room (AWR). Oleh sebab itu, penyuluh juga didorong melek akan teknologi dan sosial media.

“Di era digital sekarang ilmu teknologi berkembang begitu pesat, peran multimedia menjadi sangat penting dalam menunjang kemajuan suatu organisasi, baik pemerintahan maupun non pemerintahan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian.

“Oleh sebab itu, penyuluh dituntut untuk selalu memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitas. Penyuluh pun harus mendukung perubahan pertanian dari konvensional menjadi modern dengan memanfaatkan sejumlah teknologi,” katanya.

Dedi mengatakan, saat ini para petani lokal, terutama kelompok petani milenial, banyak memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan produksi pertanian.

“Berarti, penyuluh juga harus memiliki kompetensi yang sama dalam pemanfaatan multimedia dan teknologi digital. Sehingga, peran penyuluh pertanian tetap dibutuhkan oleh para petani lokal,” katanya.

Mendukung hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Teknis ‘Multimedia dan Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian’ Program READSI, di Grand Palace Hotel Makassar.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi, Imran Jausi, mengatakan penyuluh harus mampu menguasai teknologi.

“Karena, penyuluh harus memberikan materi yang menarik ke petani dengan menggunakan teknologi. Misalnya melalui video yang berisi pesan dan penyuluhan durasi 7 – 10 menit agar petani tidak bosan dan tertarik, laporan menggunakan aplikasi, ajarkan petani tuk bisa mempunyai akun. Manfaat teknologi tuk bisa melihat dunia dan mengasai pasar,” katanya.

Untuk menguasai ilmu komputer dan berbahasa Inggris bukan sekedar menjadi sebuah kelebihan karena memang sudah menjadi standar minimal untuk melamar pekerjaan.

“Oleh karena itu apa yang kita pelajari pada pelatihan ini sudah menjadi tuntutan dan keharusan dalam karir kita sebagai penyuluh,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, para penyuluh pertanian ini turun ke lapangan dan berhadapan langsung dengan para petani sebagai target ajar. Sehingga, mereka harus dibekali dengan kemampuan dan kompetensi yang memadai sesuai kebutuhan para petani.

“Setelah pelatihan ini, tiga bulan kedepan kita evaluasi. Kalau belum optimal, briefing lagi,” pintanya.

Kegiatan ini berlangsung Rabu (21/9/2022) dan akan berakhir 27 September mendatang, serta diikuti oleh 54 Penyuluh pendamping program READSI dari 3 kabupaten di Sulsel, antara lain Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara.

Pelatihan hari ini diisi oleh pemateri dari Widyaiswara BBPP Batangkaluku. Materi dalam pelatihan ini meliputi media aplikasi penyuluhan berbasis android, pembuatan design visual infografis sebagai media informasi penyuluhan.
Materi selanjutnya, pembuatan dan editing video penyuluhan, pemanfaatan teleconference zoom, pengenalan dan pengaplikasian drone, dan pembuatan web blog.

No More Posts Available.

No more pages to load.