Atasi Kerugian Akibat Hama Tikus, Kementan Imbau Petani Jombang Urus Asuransi

oleh -19 views

JAKARTA – Serangan hama tikus pada tanaman padi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kian meluas. Akibatnya, petani terancam gagal panen dan membuat biaya operasional membengkak. Untuk petani yang telah mengikuti asuransi, Kementerian Pertanian mengimbau untuk segera mengurus klaim.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, petani harus bergerak cepat dan tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi di Jombang. Oleh karena itu, petani yang lahannya terserang hama tikus harus segera mengurus asuransi, yang sudah mengikuti asuransi harus segera klaim agar bisa kembali siap menanam. Sedangkan yang lain, kita imbau untuk mengikuti asuransi untuk meminimalisir kerugian,” tutur Mentan SYL, Kamis (30/07/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menimbau petani untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar mengambil langkah untuk mengendalikan hama tikus.

“Buat pertanian, hama tikus jelas sangat membantu karena mereka merusak tanaman. Hal ini harus dikoordinasikan terlebih dahulu ke pihak terkait agar hama tikus bisa dikendalikan terlebih dahulu dan petani bisa kembali tanam,” tutur Sarwo Edhy.

Langkah kedua yang bisa ditempuh adalah mengasuransikan lahan pertanian sebagai langkah antisipasi agar petani tidak mengalami kerugian saat ada ancaman di lahan pertanian.

“Ancaman buat pertanian kan bukan hanya hama tikus. Ada hal-hal lain seperti hama wereng coklat, atau dampak dari cuaca ekstrim seperti kekeringan atau banjir akibat curah hujan yang tinggi, atau bisa juga akibat longsor atau banjir akibat tanggul sungai yang jebol,” tuturnya.

Menurut Sarwo Edhy, semua hal ini bisa di-cover oleh asuransi. Sehingga petani bisa beraktivitas dengan tenang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Priadi menjelaskan, kondisi ini terjadi karena tidak seimbangnya perkembangan tikus dengan predator tikus.

“Tidak adanya keseimbangan itu, akibatnya perkembangan populasi tikus sangat pesat. Dan serangan hama tikus ini hampir menyeluruh semua kecamatan,” paparnya.

Namun, ia memastikan pihaknya sudah melakukan penanganan hama. “Untuk Penanganan tikus kita lakukan dengan pengadaan rodentisida (racun tikus) dan belerang, serta melakukan gerakan seperti gropyokan di 200 titik bersama POPT Provinsi,” jelasnya.

Priadi mengungkapkan, pada masa tanam musim penghujan kemarin, ada petani yang gagal panen karena serangan hama tikus, seperti di Kecamatan Sumobito. Sekitar 32 hektar sawah yang gagal panen.

“Namun untuk yang gagal panen, bisa diasuransikan melalui dana APBN. Para petani yang gagal panen mendapat uang sebesar Rp 6 juta,” pungkasnya.(*)