Dibantu RJIT, Produktivitas dan IP di Sindang Barang Cianjur Meningkat

oleh -19 views

CIANJUR – Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan sektor pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan sejumlah bantuan. Salah satunya, melalui kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dilakukan di Kecamatan Sindang Barang. Kegiatan padat karya ini mampu meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan RJIT tidak hanya diharapkan bisa membantu petani mendapatkan pasokan air.

“Dengan RJIT, kita memang ingin memastikan lahan pertanian mendapatkan pasokan air yang dibutuhkan. Tetapi lebih dari itu, RJIT juga kita harapkan bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat petani dengan meningkatkan produktivitas,” tutur Mentan SYL, Senin (3/5/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, menjelaskan lebih lanjut mengenai kegiatan RJIT.

“RJIT bukan hanya kegiatan untuk membenahi atau merehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak. Lebih dari itu, RJIT juga dilakukan untuk memaksimalkan fungsi dari saluran irigasi, sehingga luas tanam, produtivitas, juga IP bertambah,” terangnya.

Di Cianjur, kegiatan RJIT dilakukan Poktan Sugih Tani yang diketuai Sumarli. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Muara Cikadu Kecamatan Sindang Barang, Cianjur.

“Sebelum diperbaiki saluran irigasi ini masih berupa saluran tanah. Sehingga, distribusi air ke lahan sawah kurang lancar akibat sering kehilangan air akibat banyaknya kebocoran serta saluran yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi,” terangnya.

Dengan kegiatan RJIT, saluran dibuat menjadi permanen menggunakan konstruksi pasangan batu gunung dengan dua sisi lining saluran.

Saluran yang dibangun sepanjang 145 Meter, Lebar 40 Cm, dan Tinggi 70 Cm.

Luas Layanan Irigasi sebelum dilakukan Rehab saluran seluas 35 Ha. Angka itu meningkat menjadi 40 Ha setelah direhab.

Sedangkan produktivitas yang sebelumnya hanya 4,7 ton/ha, setelah saluran di rehab mengalami kenaikan menjadi 5 ton/ha. Begitu juga IP yang awalnya 200 atau 2 kali tanam dalam 1 tahun, mengalami kenaikan IP menjadi 250 atau 2,5 kali dalam 1 tahun.

“Dampak lain dari rehabilitasi saluran ini adalah dapat dilakukannya percepatan tanam secara serempak,” terang Sarwo Edhy.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.