Didukung Kementan, Kampung Jarwo Diluncurkan di Lombok Timur

oleh -193 views

LOMBOK TIMUR – Terobosan sektor dilakukan dilakukan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Di tempat tersebut, Kamis (28/1/2021), dilakukan pencanangan Kampung Jajar Legowo atau Kampung Jarwo di lahan seluas 52 Ha di Lokasi IPDMIP, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik pencanangan Kampung Jarwo.

“Kampung Jarwo adalah terobosan untuk pertanian. Kita harapkan Kampung Jarwo bisa memberikan dampak positif berupa peningkatan produktivitas pertanian dan tentunya memberikan tambahan pendapatan buat masyarakat sekitar,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menilai Kampung Jarwo akan berdampak baik buat pertanian sekitar.

“Ini sebuah langkah maju dari program IPDMIP. Seperti yang sama-sama kita ketahui, IPDMIP hadir untuk membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian juga meningkatkan kesejahteraan petani. IPDMIP juga memberikan sejumlah materi yang dapat diserap petani dan bisa diaplikasikan di lahan pertanian,” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, Kampung Jarwo di lokasi IPDMIP bisa mendukung penerapan teknologi pertanian.

“Kampung Jarwo dihadirkan dalam rangka memotivasi penerapan inovasi teknologi pertanian, khususnya pertanian padi, seperti misalnya teknik bertanam jajar legowo dan penggunaan pupuk organik. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan memperkuat ketahanan pangan,” katanya.

Dedi pun berharap teknik menanam dengan cara jajar legowo bisa diterapkan di tempat lain.

“Karena dengan cara jajar legowo terbukti bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Sehingga sangat baik jika diterapkan di Lombok Timur yang merupakan pemasok hasil pertanian terbesar di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Pencanangan Kampung Jajar Legowo dilakukan Kelompoktani Orang Makmur, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru.

Hadir dalam pencanangan tersebut Kepala Bapeltanbun, Penyuluh Propinsi, Kadis Pertanian, Kabid PP berserta Kasi, PP Kabupaten, Camat, Kepala Desa, Kepala UPT PP, Penyuluh Kecamatan Jerowaru, Staf Lapangan IPDMIP, KTNA, Para Pengurus dan Anggota Kelompoktani.

Muliadi, Kepala UPT Pertanian Jerowaru mengatakan, target untuk tanam jajar legowo ini sudah melebih target.

“Awalnya target kita 50 Ha untuk penanaman Jajar Legowo. Tapi saat ini sudah mencapai 52,5 Ha. Sudah melewati. Melalui kegiatan ini, saya berharap kita semua bisa menerapkan sistem tanam jajar legowo. Karena cara ini sudah terbukti meningkatkan produksi. Dari lahan 70 are kita bisa menghasilkan 8,2 ton setelah dilakukan jajar legowo.  Sebelum menerapkan jajar legowo lahan seluas itu hanya menghasilkan 5 ton,” katanya.

“Seluas 10 are dari lahan yang digunakan untuk menerapkan jajar legowo ini juga dibuat Demplot pupuk organik dengan menerapkan penggunaan pupuk organik murni sebanyak 10 ton per ha.  Demplot ini dilakukan untuk tujuan mengajak petani agar tidak bergantung kepada pupuk kimia,” tambah Mulyadi.

Sementara Kepala Bapeltanbun Provinsi NTB, Hendra Yuli Setiono, merasa bangga dan mengapresiasi Kampung Jajar Legowo karena berbagai pendekatan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh melalui IPDMIP telah dirasakan manfaatnya bagi petani.

“Saya bangga karena apa yang menjadi inisiasi kegiatan IPDMIP betul-betul harus diterapkan,” ujarnya.(EZ/PF).