GORONTALO UTARA – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gorontalo Utara, untuk tahun 2021 ini sedang menyiapkan asuransi lahan pertanian sebanyak 500 hektar yang disubsidi lewat pendanaan APBD. Alokasi ini segera direalisasikan sebelum memasuki masa tanam.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, asuransi pertanian sangat diperlukan untuk menanggulangi kerugian sektor pertanian bila disebabkan faktor alam seperti cuaca.
“Itulah pentingnya asuransi pertanian. Asuransi pertanian belum menjadi culture. Tahun depan harus bisa diterapkan seluruhnya,” kata Mentan SYL, Selasa (30/3).
Asuransi tersebut juga akan menjadi persyaratan menjadi KUR pertanian. KUR akan disalurkan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan), yang mewajibkan para anggotanya memiliki asuransi pertanian.
“Oleh sebab itu, petani wajib masuk kelompok tani. Di kelompok tani itu, wajib hukumnya dia punya asuransi,” pungkas Mentan SYL.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menambahkan, semua petani bisa memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ini, sehingga petani bisa nyenyak dan tidur dengan tenang kalau lahan sawahnya terkena banjir, kekeringan dan serangan hama.
“Bayar preminya tiap hektare (ha) hanya Rp 36.000/musim tanam. Jadi, Pemerintah masih mensubsidi Rp 144.000/ha/musim tanam. Kalau petani sudah menjadi peserta AUTP, nanti bisa melakukan klaim apabila sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT),” kata Sarwo Edhy.
Dikatakannya, AUTP merupakan cara Kementan untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT.
“Kami harapkan semua petani padi bisa mendaftar sebagai anggota AUTP. Penyuluh bisa menjelaskan ke petani harga preminya murah dan sangat bermanfaat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara Kisman Kuka mengatakan, anggaran asuransi pertanian ini selain dari APBD, juga berasal dari APBN.
“Kita juga nanti akan dapat dana sharing dari Kementerian Pertanian RI untuk pembayaran asuransi bersubsidi tersebut,” ungkap Kisman Kuka.
Kisman menyatakan, asuransi 500 hektar tersebut sedang disiapkan oleh pihaknya khusus untuk lahan pertanian padi. Pendanaannya juga kata Kisman, didanai lewat anggaran yang telah direfocusing untuk menangani dampak pandemi Covid-19 tahun 2021.
“Memang ditahun 2020 kemarin kita mampu men-subisidi lahan pertanian sebanyak 1000 hektar, sedangkan untuk tahun 2021 ini banyak anggaran yang direfocusing sehingga realisasinya turun menjadi 500 hektar,” jelas Kisman.
Diterangkan Kisman, sebelum jelang masa tanaman di tahun 2021 ini, pihaknya akan langsung melakukan pendataan sekaligus segera mendaftarkan lahan pertanian padi untuk diasuransikan. Hal itu menurutnya dilakukan untuk mencegah ditolaknya pelayanan asuransi dari pihak Jasindo.




