IPDMIP Bantu Tentukan Jumlah Pupuk untuk Pengisian eRDKK di Manggarai Timur

oleh -116 views

NUSA TENGGARA TIMUR – Kegiatan Integrated Partisipatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) turut membantu petani untuk menentukan jumlah pupuk yang diajukan dalam eRDKK.

Hal itu diketahui dalam Bimtek Pengelolaan Kesuburan Tanah di BPP Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Senin (24/08/2020).

Bimtek di Kabupaten Manggarai Timur dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kadis Pertanian Manggarai Timur Yohanes Sentis. Kegiatan dipandu oleh Kepala Bidang Penyuluhan Yohanes S. Manubelu, sedangkan Narasumber Bimtek dari BBPP Kupang yaitu Marthen dan Fabianus serta dibantu Bandra dari pusat Pusat Penyuluhan Pertanian.

Bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan produktivitas lahan milik petani, yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian.

Hal tersebut sangat sesuai kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) agar petani mampu meningkatkan produksi 7-13%.

“Untuk bisa memastikan pangan aman untuk seluruh masyarakat Indonesia, mau tidak mau kita harus meningkatkan produksi. Untuk itu, petani harus turun ke lapangan, penyuluh harus turun ke lapangan mendampingi petani dan memastikan produksi tetap berlangsung,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika IPDMIP bisa digarap dengan baik dan intens, maka produktivitas yang dihasilkan di DI akan meningkat dan petaninya pun akan meningkat pendapatannya.

“Sebab, IPDMIP atau Proyek Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Terpadu secara Partisipatif, dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI). Tujuannya untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani di sekitar DI secara berkelanjutan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Manggarai Timur Yohanes Sentis berpesan agar petani dan penyuluh pmemanfaatkan perangkat PUTS sebagai sarana penyuluhan kepada petani dalam melakukan budidaya tanaman.

“Sehingga penentuan dosis pupuk harus merujuk pada kondisi lahan setempat dan bukan berdasarkan rekomendasi yang bersifat nasional,” katanya.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Manggarai Timur Yohanes S. Manubelu, yang biasa dipanggil Ade, mengatakan peserta Bimtek sebanyak 26 orang.

“Peserta terdiri dari unsur pendamping kegiatan IPDMIP, penyuluh swadaya , staf Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur dan penyuluh Pertanian dari 6 BPP kostratani (Elar, Elar selatan, Borong, Kotakomba, Ranamese dan Sambirampas),” katanya.

Sementara penyuluh Pertanian Pusat Yulia TS menyampaikan bahwa materi bimtek pengelolaan kesuburan lahan terdiri atas pemahaman tentang brrbagai istilah atau pengertian terkait dengan perangkat uji tanah dan uji pupuk, Pengetahuan mangenai pemupukan berumbang, pengetahuan mengenai kualitas pupuk, pengetahuan mengenai jenis dan dosis pupuk, Kemampuan menggunakan alat uji tanah (PUTS/PUTR), Kemampuan menggunakan alat uji pupuk (PUP), dan Pengetahuan tentang hubungan antara kondisi tanah, penggunaan pupuk dan hasil tanaman.

“Setelah penyampaian materi, dilanjutkan praktek. Saat praktek terlebih dahulu dilakukan pengambilan sampel tanah dilakukan dilahan tegal dan lahan sawah, disamping itu pula peserta bimtek membawah sampel tanah dari masing masing BPP,” terang Yulia.

Terlihat peserta sangat antusias mengikuti bimtek Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), selain menambah pengetahuan, dan informasi kegiatan bimtek juga dapat dijadikan rekomendasi dalam pemberian dosis pupuk kepada petani di wilayah kerja masing-masing. Ke depannya setiap pada penyusunan eRDKK harus merujuk hasil uji kesuburan tanah yg ditetapkan oleh Penyuluh Pertanian.(EZ)