Kemandirian Petani Poso Ditumbuhkan READSI Kementan

oleh -44 views

JAKARTA – Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) Kementan selalu sukses menumbuhkan kemandirian petani. Mereka tetap berdikari dan solid membangun korporasi untuk menghadirkan pertanian modern. Pertanian yang memiliki daya saing tinggi bagi kesejahteraan petani. Hal sama yang terjadi dengan petani-petani di Poso, Sulawesi Tengah.

“Program READSI mendorong petani untuk mandiri dan kreatif. Beragam kemudahan-kemudahan yang diberikan tidak membuat petani bergantung. Mereka tetap bersinergi untuk memenuhi kebutuhan produksi pertaniannya,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kemandirian petani berbasis READSI Kementan ditunjukkan Kelompok Tani Katumunda. Lokasinya berada di Lena, Pamona Utara, Poso, Sulawesi Tengah. Mereka mengusahakan komoditas Jagung. Kemandirian Kelompok Tani Katumunda pun ditunjukkan melalui pengadaan anggaran 30% untuk alsintan. Dengan penuh kesadaran, petani bergotong royong mengumpulkan dana.

Untuk mendapatkan bantuan alsintan, regulasi memang mengharuskan kelompok tani menyiapkan dana 30% dari harga alsintan per unit. Dengan penuh kesadaran, uang Rp18.150.000 untuk pengadaan alsintan pun terpenuhi. Dana tersebut dimasukkan ke dalam rekening kelompok. SYL mengatakan, pendampingan diberikan untuk menguatkan kemandirian petani.

“Untuk mengoptimalkan kemandirian petani, kami juga memberikan pendampingan. Saat berada di lapangan, petani didampingi pengajar, penyuluh, hingga Widyaiswara. Sebab, pertanian yang dijalankan untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui kompetensi sumber daya manusia (SDM),” kata SYL.

Selain swadaya, kemandirian Kelompok Tani Katumunda juga ditunjukan melalui unit usaha yang digerakkannya. Sebab, kelompok tani ini juga mengembangkan unit usaha simpan pinjam. Menariknya, antusiasme petani menabung di sini sangat besar. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menerangkan, READSI Kementan terus mendorong kemandirian petani.

“READSI Kementan berhasil mengubah pola pikir para petani. Melalui korporasi yang sehat, petani semakin mandiri. Sejak awal BPPSDMP juga terus melakukan penguatan fungsi BPP. Kapasitas dan kompetensi petani ditingkatkan. Mereka juga rutin melakukan presentasi dan sharing pengalaman,” terang Dedi.

Mendorong kemandirian melalui penguatan SDM pertanian, pertemuan rutin pun dilakukan Kelompok Tani Katumunda. Kali terakhir menggelar pertanian pada 27 Juni 2021 dengan salah satu agendanya penguatan kelembagaan petani. Ada juga pembagian sub kerja melalui metode Mapalus, yaitu membagi 2 waktu kerja pada lahan baru jagung agar efisien.

“Meski ada bantuan melalui READSI Kementan, secara umum para petani terus berusaha mandiri. Agar bantuan alsintan cair, beban 30% dipikul seluruh anggota. Kami juga terus berinovasi untuk menaikkan produktivitas jagung. Anggota juga rutin menyetorkan uang kas Rp10.000 per pertemuan,” papar Fasilitator Desa Lena, Maichsen Tontji.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.