Kementan Ajak Petani Pandeglang Manfaatkan Asuransi

oleh -49 views

PANDEGLANG – Kementerian Pertanian mengajak petani di Pandeglang, Banten, untuk memanfaatkan asuransi. Sebab, sekitar 300 hektar pesawahan di tiga desa di wilayah Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, terendam air sejak tiga hari lalu. Ketiga desa yang terendam banjir akibat tingginya curah hujan itu adalah Desa Idaman, Sukasaba dan Babakan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani tidak perlu khawatir jika memanfaatkan asuransi.

“Ada beberapa hal yang bisa mengganggu pertanian. Ada ancaman akibat perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, hingga longsor. Ada juga ancaman penyakit seperti serangan hama. Untuk itu petani harus selalu mengambil langkah antisipatif, seperti memanfaatkan asuransi untuk menjaga lahan dari kerugian. Dengan cara ini, petani tidak perlu khawatir. karena lahan yang gagal panen sudah tercover asuransi dan petani bisa memanfaatkan klaim,” tutur Mentan SYL, Kamis (24/12/2020).

Sementara Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy, mengatakan salah satu program asuransi yang bisa diikuti petani adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000/Ha/MT. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan. Petani dijamin tidak akan merugi jika menghadapi kendala seperti di atas. Karena lahan sudah ter-cover asuransi,” katanya.

Ditambahkannya, asuransi merupakan salah satu komponen dalam manajemen usahatani untuk mitigasi risiko bila terjadi gagal panen. Dengan adanya asuransi, perbankan lebih percaya dalam menyalurkan kreditnya.

Sementara Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Iping, yang didampingi Koordinator PPL Kecamatan Patia, Bambang Sugiharto, menjelaskan, areal sawah yang terendam banjir itu mencapai 307 hektar di 7 desa.

Diantaranya desa Cimoyan 150 ha, Idaman 70 ha, Surianeun 45 ha, Babakankeusik 25 ha, Rahayu 7 ha, serta Ciawi dan Patia masing-masing 5 ha.

“Data itu kami peroleh dari hasil investigasi Muspika Patia bersama tim Tagana, KSB, perangkat desa dan PPL Pertanian,” tutur Iping.