Kementan Andalkan KUR untuk Genjot Wirausaha

oleh -111 views

JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian tahun 2022 telah melampaui target. Walau begitu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengajak para petani agar memanfaatkan KUR.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, para petani dapat memanfaatkan KUR untuk mendukung pengembangan sektor usaha tani atau pun untuk pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan).

“Salah satu kendala yang ditemui petani untuk mengembangkan sektor usaha adalah modal. Namun dengan KUR, hal tersebut bisa diatasi. KUR bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan sektor usaha tani, atau pun untuk pengadaan alsintan dan lainnya,” kata Mentan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, KUR merupakan dedikasi pemerintah kepada seluruh UMKM, termasuk petani dengan bunga rendah hanya 6 persen.

“KUR itu ibarat bensin. Percuma kita punya traktor, motor, mobil, atau kendaraan lainnya kalau bensinnya tidak ada. Jadi, KUR itu adalah bensin yang akan menggerakkan roda wirausaha pertanian kita,” kata Dedi.

Dikatakan Dedi bahwa KUR pertanian tahun 2022 telah digunakan oleh para petani sebesar Rp 100 triliun, lebih besar dari target yang ditetapkan Kementan, yakni sebesar Rp 90 triliun.

“Tahun 2022 dari target Rp 90 triliun ternyata hingga detik ini sudah lebih Rp 100 triliun telah diserap petani kita. Sebelumnya, tahun 2021 dari target Rp 70 triliun ternyata petani kita mampu memanfaatkan sampai Rp 86 triliun,” kata Dedi.

Menurut catatan Dedi, sudah ada 40 ribu petani milenial yang sudah bisa mengakses KUR dengan total Rp 22 miliar. Begitu pula 4 juta petani kolotnial (tua) yang sudah dilatih mampu mengakses KUR dengan total Rp 4,4 trilliun.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati secara resmi menutup Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh dengan tema “Wirausaha Pertanian” dan Pelatihan Smart Farming berbasis KUR.

Kedua pelatihan ini telah berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 22–24 November 2022 secara online dan offline di BBPP Binuang dan PPMKP Ciawi yang dibuka oleh Bapak Menteri Pertanian.

“Setiap purnawidya pelatihan Smart Farming Berbasis KUR diharapkan dapat mengajak dan mendampingi minimal sepuluh insan pertanian di wilayah kerjanya untuk mengakses KUR dengan nilai masingmasing minimal Rp 10.000.000 per anggota binaan,” ajak Leli.

Leli juga menyerakan secara simbolis KUR kepada lima peserta Pelatihan Smart Farming Berbasis KUR. Mereka adalah Adhi Darmawan Rp 150 juta, Jamaludin Rp 100 juta, Lois Rahma Indrianti Hutagalung Rp 80 juta, Yunita Eka Habsari Rp 50 juta, dan Mahsun Sugiarto Rp 50 juta.

Sebagai tambahan, peserta yang hadir sebanyak 92 orang dari 100 orang peserta yang direncanakan. Ketidakhadiran peserta sebanyak 8 orang disebabkan karena secara bersamaan mendapatkan penugasan penting dari pimpinan di tempat kerjanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.