Kementan Bantu Penuhi Kebutuhan Air di Lombok Utara dengan Embung

oleh -49 views

NUSA TENGGARA BARAT – Masyarakat petani di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kini bisa bernafas lega. Sebab, kebutuhan air untuk mendukung pertanian telah dipenuhi Kementerian Pertanian. Yaitu dengan bantuan pembangunan embung.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan embung diharapkan bisa menjadi nilai tambah buat perekonomian masyarakat.

“Pemulihan ekonomi rakyat, sesuai dengan intruksi Presiden, harus lebih cepat dirasakan oleh rakyat. Kita di Kementerian Pertanian menerjemahkan instruksi itu dengan program padat karya terutama pada pembangunan infrastruktur, yaitu dengan pembangunan embung,” ujar Mentan SYL, Senin (23/11/2020).

Menurut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan salah satu pembangunan embung dilaksanakan di Desa Sambik, Elen Kecamatan Bayan.

“Pembangunan embung dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Tani Mekar Sari dengan Ketua Poktan Tahsin.

“Dampak pembangunan ekonomi masyarakat sangat terasa langsung oleh mereka di dalam situasi perekonomian yang sulit saat ini. Embung yang dibangun bisa dimanfaatkan untuk subsektor lain peternakan dan perkebunan,” ujarnya.

Menurut Sarwo Edhy, kualitas dari bangunan tersebut sangat baik. Karena dengan program padat karya tersebut membuat masyarakat petani menjadi memiliki tanggung jawab penuh atas hasil bangunan serta pemeliharaan bangunan.

Menurut Ketua Poktan Mekar Sari Tahsin, manfaat yang dirasakan dari kualitas akan menghasilkan dampak yang berkesinambungan tidak hanya sementara.

‚ÄúSelain dari manfaat yang sangat terasa oleh masyarakat petani di Kabupaten Lombok Utara yang lebih penting dari pembangunan Embung Air tersebut adalah meningkatkan IP (Indeks Pertanaman). Sebelum ada Embung Air biasanya dalam setahun hanya mampu sebanyak 1 kali penanaman Padi dan 1 kali penanaman Palawija. Dengan adanya pembangunan Embung Air tersebut mampu menanam sebanyak 2 kali penanaman Padi dan 1 kali penanaman Palawija dan hortikultura,” ujar Tahsin.

Menurutnya, pembangunan Embung Air ini sangat membantu cadangan air ketika musim kemarau datang. Karena pasokan air lancar dengan jumlah yang sangat cukup untuk IP ke 2 sampai dengan IP ke 3.

“Manfaat pembangunan Embung Air ini dapat dirasakan jauh lebih luas hingga 30 Ha yang awalnya hanya 25 Ha. Sehingga para petani sangat merasakan manfaat dari pembangunan Embung Air tersebut sebagai sumber air cadangan ketika kemarau datang. Dan saat itu sudah pasti air dari saluran irigasi akan tersendat karena kecil atau bahkan kering,” katanya.

Tahsin juga mengucapkan ucapan terimakasih sebesar-besarnya mewakili masyarakat kelompok taninya kepada pemerintah pusat maupun daerah atas pembangunan Embung Air yang sangat bermanfaat serta berdampak positif bagi petani serta masyarakat sekitar area bangunan Embung Air tersebut.