Kementan Dorong Petani Milenial Gunakan Smart Farming dan Manfaatkan KUR

oleh -219 views

JAKARTA – Kementerian Pertanian tidak pernah berhenti untuk mengajak generasi muda terjun ke sektor pertanian. Karena, pembangunan pertanian akan semakin mengandalkan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan dalam Penutupan Pelatihan Agribisnis Smart Farming Batch 3 Program Yess, Kamis (22/9/2022).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan generasi muda adalah masa depan pertanian.

“Generasi muda sangat dekat dunia digital. Dan saat ini, semua sektor telah terdigitalisasi, termasuk pertanian. Oleh karena itu, kita mengajak generasi muda terjun ke pertanian. Karena sektor ini sangat menjanjikan dan banyak yang bisa digarap,” kata Mentan SYL

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan permasalahan pertanian saat ini adalah rendahnya kemampuan petani, peternak, dan pekebun dalam memanfaatkan teknologi dan mengakses informasi, kurangnya minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian.

“Generasi muda harus minat terhadap sektor pertanian dan yakin bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang menarik dan menjanjikan apabila dikelola dengan tekun dan sungguh-sungguh,” katanya.

Dedi menambahkan, Menteri Pertanian pun telah menyampaikan bahwa pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi.

“Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama
ini,” katanya.

Dedi menjelaskan, Pelatihan smart farming merupakan bagian dari berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang pertanian.

“Sehingga penerapan teknologi harus
dilakukan dalam berusaha tani. Tantangan bagi para mahasiswa dan petani milenial di Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris harus mempu melakukan modernisasi pertanian menerapkan alat
mesin pertanian dan internet of things (IoT),” kata Dedi lagi.

Menurutnya, agribisnis Smart Farming merupakan upaya penerapan teknologi pertanian dan berorientasi agribisnis yang dilakukan oleh wirausahawan muda pertanian untuk mencetak pengusaha pertanian milenial.

“Indikator keberhasilan dari pelatihan ini adalah peserta harus mampu akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat, menerapkan smart farming, serta membentuk kemitraan usaha agribisnis modern,” ujarnya.

Salah satu output pelatihan Agribisnis Smart Farming adalah persetujuan KUR peserta sejumlah Rp 1.061.000.000

KUR disampaikan oleh beberapa perbankan, seperti BRI, Mandiri, BJB, BSI, Bank Jatim, Bank Kalsel, Bank Sulselbar, dan pegadaian yang sudah menjadi mitra.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan Pelatihan Agribisnis Smart Farming Batch 3 Tahun 2022 dilaksanakan melalui YESS Program di Pusat Pelatihan dan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi.

“Adapun tujuan dari Pelatihan Agribisnis Smart Farming ini adalah untuk mencetak pengusaha pertanian milenial di bidang smart farming yang mampu akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat atau KUR, menerapkan Teknologi Smart Farming; serta membentuk kemitraan usaha Agribisnis,” terangnya.

Pelatihan Agribisnis Smart Farming Batch 3 dilaksanakan dari tanggal 17-24 September 2022 yang terdiri dari teori praktik di PPMKP Ciawi. Sedangkan pada 23-24 September 2022, dilakukan kunjungan lapang sekaligus praktik di PT. Momenta Agriculture Lembang dan Balai Kerja Lembang dengan jumlah peserta pelatihan sebanyak 45 orang.

Peserta pelatihan merupakan 45 Penerima Manfaat Program YESS yang berasal dari 4 Provinsi dan 15 Kabupaten.

No More Posts Available.

No more pages to load.