Kementan Koneksikan BPP Jogoroto Jombang dengan AWR Kementan

oleh -23,673 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

KAHYANGAN.NET//JOMBANG – Sektor pertanian di Kabupaten Jombang dipastikan akan menggeliat. Sebab, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) me-lauching BPP Kostratani Jogoroto, Minggu (16/08/2020).

Menurut Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, penguatan Kostratani harus dilakukan.

“Kementerian Pertanian ingin sektor pertanian semakin maju, baik dalam sisi produksi maupun kemampuan SDM. Lewat Kostratani, kita ingin meningkatkan itu semua. Karena SDM menjadi pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat data dan informasi, pusat konsultasi, pembelajaran demplot sekolah lapang,” tuturnya.

Sementara Sekretaris BPPSDMP Kementan Siti Munifah, mengatakan sejak awal 2020 Kementerian Pertanian sebenarnya telah mengajukan banyak program dan anggarannya dikawal Komisi IV.

“Tapi karena ada pandemi Covid-19, kita harus mengubah strategi untuk tahun 2020. Akibatnya pengadaan untuk menjadikan BPP sebagai Kostratani menjadi sedikit terhambat,” tuturnya.

Siti Munifah menambahkan, peran BPP yang sebelumnya tidak maksimal, kali ini dimaksimalkan.

“Dengan launching BPP Kostratani, fungsi BPP yang tidak maksimal akan kita maksimalkan seperti sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan. Semua kegiatan pertanian di tingkat kecamatan bisa dipantau langsung Pak Menteri lewat Agriculture War Room,” jelasnya.

Menurutnya, target yang harus dicapai oleh Kabupaten Jombang adalah menjadikan seluruh BPP sebagai BPP Kostratani.

Untuk pengadaan sarpras di BPP, Kementan menurutnya tetap akan mengusahakannya.

“Kita coba kebijakan lain, melalui IFAD. Dan mereka setuju di lokasi IPDMIP boleh ada pengadaan IT. Tapi tidak bisa double, jika BPP sudah dapat dari IFAD, tidak boleh dapat lagi dari Kementan,” katanya.

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI Ema Umiyyatul Chusnah, memberikan apresiasi kepada BPPSDMP yang telah membantu pertanian Jombang.

“Ini program yang sangat bagus dan tujuannya yang sangat mulia. Karena ini program dari Kementerian Pertanian untuk menjaga ketahanan pangan,” jelasnya.

Ema menambahkan, fungsi Kostratani sangat dibutuhkan petani. Dan peran serta fungsi penyuluh bisa dimaksimalkan untuk membantu petani dalam menghadapi permasalahan.

“Dengan Kostratani produktivitas pertanian di Jombang semakin meningkat. Untuk itu kita minta Kostratani didukung,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Priadi, produksi beras Jombang cukup fantastis. Produksi beras Jombang berkontribusi untuk ketahanan pangan sebesar 225 ribu ton, setelah dipotong untuk kebutuhan beras di Jombang sebesar 125 ribu ton.

Priadi juga meminta penyuluh untuk mendukung Kostratani, karena salah satu visinya adalah mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Dibutuhkan reorientasi dari BPP untuk memaksimalkan fungsi dan peran BPP menjadi pusat data informasi, pembelajaran, pembangunan. BPP juga menjadi pusat kemitraan petani, poktan dengan kelompok usaha,” katanya.

Priadi mengakui hal itu tidak ringan. Dibutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, termasuk sumber daya manusia.

“Dukungan dari Pemda Jombang untuk kostratani, salah satunya kita bekerjasama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan kompetensi penyuluh. Contohnya, pada November nanti ada pelatihan penyuluh untuk budidaya pisang mas kirana,” jelasnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan saah satu syarat penting Kostratani adalah terhubung dengan AWR di Kementerian Pertanian.

“Kita ingin di sektor pertanian ada single data, ada satu data untuk semua. Dari data inilah kita bisa memantau bagaimana perkembangan pertanian di daerah. Tidak itu saja, Kostratani juga mengawal seluruh program utama Kementerian Pertanian,” katanya.(EZ)

No More Posts Available.

No more pages to load.