Kementan Maksimalkan Program Utama dengan Manfaatkan LAKIN

oleh -1.074 views

BANDUNG – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) siap memaksimalkan program SDM pertanian. Hal ini untuk mendukung program utama Kementan.

Kesiapan itu dimatangkan dalam kegiatan Konsolidasi Laporan Kinerja (LAKIN) Pusat Pelatihan Pertanian Tahun 2021, di Hotel Holiday Inn Bandung, 12-14 Januari 2022.

Kegiatan ini dihadiri Koordinator dan Sub Koordinator lingkup Pusat Pelatihan Pertanian, Fungsional Umum Bidang Program dan Kerjasama, Bagian Keuangan dan Bagian Perlengkapan UPT Pertanian lingkup Pusat Pelatihan Pertanian dan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, tujuan pembangunan pertanian diantaranya adalah menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk di Indonesia.

“Selain itu meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan ekspor pertanian, melalui peningkatan produktivitas, kualitas, dan kontinuitas komoditas pertanian,” katanya.

Sementara BPPSDMP sebagai Unit Kerja Kementerian Pertanian, mempunyai 5 Program Unggulan mendukung tujuan pembangunan pertanian. Yaitu Bimtek milenial  2,5 Juta terkoneksi  dgn JPN, Pengembangan Wirausaha Muda (young entrepreneur) Pertanian, Pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di 34 Provinsi, Penguatan peran kostratani terkoneksi dengan Agriculture War Room dalam mewujudkan satu data pertanian, Penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan agar BPPSDMP dapat menjadi pionir untuk peningkatan kapasitas penyuluh dan petani.

“Untuk itu kita harus bekerja keras, Cepat, Cermat dan Akurat. Tinggalkan cara-cara lama dan gunakan cara-cara baru berbasis IT,” katanya

Menurutnya, tahun baru adalah momentum untuk melakukan langkah konsolidasi, konsepsi dan perwujudan upaya-upaya maksimal yang akan dicapai di tahun 2022.

“Laporan Kinerja mencerminkan kinerja kita selama 1 tahun dengan target-target yang telah ditetapkan melalui Perjanjian Kinerja (PK),” ujarnya.

Dedi menjelaskan, target Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan (IKSK) Pusat Pelatihan Pertanian tahun 2021 yang yang dituangkan dalam PK dan diturunkan ke UPT Pelatihan adalah: Persentase SDM yang meningkat kapasitasnya dengan target 75%  dan Tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan pelatihan dengan target 3,91 skala likert

“Target IKSK ini harus tercapai disertai dengan eviden pendukungnya. Data capaian Kinerja di Pusat dan UPT Pelatihan harus sama, untuk itu perlu ada SOP yang mengatur tata cara penyampaian data dari UPT ke Pusat,” ujarnya.

Dengan aplikasi untuk mengukur capaian kinerja harusnya memudahkan dan mempercepat dalam alur penyampaian data, admin yang mengelola aplikasi ini harus pro aktif dalam pengolahan data.

“Sampaikan capaian dan kendala yang ada ke pimpinan masing-masing agar segera di tindaklanjuti. Laporan Kinerja mencerminkan kinerja kita selama 1 tahun dengan target-target yang telah ditetapkan melalui Perjanjian Kinerja (PK),” terang Dedi.

Target Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan (IKSK) Pusat Pelatihan Pertanian tahun 2021 yang yang dituangkan dalam PK dan diturunkan ke UPT Pelatihan adalah Persentase SDM yang meningkat kapasitasnya dengan target 75% dan Tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan pelatihan dengan target 3,91 skala likert

Target IKSK ini harus tercapai disertai dengan eviden pendukungnya. Data capaian Kinerja di Pusat dan UPT Pelatihan harus sama, untuk itu perlu ada SOP yang mengatur tata cara penyampaian data dari UPT ke Pusat

Dengan aplikasi untuk mengukur capaian kinerja harusnya memudahkan dan mempercepat dalam alur penyampaian data, admin yang mengelola aplikasi ini harus pro aktif dalam pengolahan data.

Sampaikan capaian dan kendala yang ada ke pimpinan masing-masing agar segera di tindaklanjuti.

No More Posts Available.

No more pages to load.