Kementan Sampaikan Pentingnya Asuransi untuk Petani Toba

oleh -26 views

BALIGE – Kementerian Pertanian meminta para petani di Kabupaten Toba untuk menjaga lahannya dengan asuransi. Terlebih petani mengalami ancaman gagal panen akibat longsor.

Yang membuat petani gundah, longsornya tebing dekat persawahan membuat petani di Kelurahan Parsoburan Tengah, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, telah menutup saluran air dan membuat petani terancam gagal panen.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan longsor adalah bencana alam yang tidak bisa diprediksi.

“Ada beberapa situasi yang bisa membuat pertanian terancam gagal panen, seperti serangan hama pengganggu, perubahan iklim, cuaca ekstrim, termasuk bencana alam. Untuk menghadapi situasi seperti ini, manfaatkan asuransi adalah pilihan terbaik,” kata Mentan SYL, Kamis (3/12/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, mengatakan asuransi dapat membuat petani beraktivitas dengan tenang.

“Karena, asuransi merupakan salah satu komponen dalam manajemen usahatani untuk mitigasi risiko bila terjadi gagal panen. Dengan adanya asuransi, perbankan lebih percaya dalam menyalurkan kreditnya,” tuturnya.

Sarwo Edhy menjelaskan, agar tidak memberatkan petani, pelaksanaan asuransi pertanian dapat disinergikan dengan KUR.

“Sinergi KUR dan asuransi ini akan membantu petani. Setiap petani yang mendapatkan pembiayaan KUR, harus mendaftar asuransi pertanian, khususnya untuk usaha tani padi (AUTP) dan asuransi usaha ternak sapi/kerbau (AUTS/K),” jelasnya.

Sarwo Edhy menjelaskan, apabila usaha tani atau ternak mengalami gagal panen, petani akan mendapatkan penggantian atau klaim dari perusahaan asuransi. Sehingga, ada jaminan terhadap keberlangsungan usaha tani dan tidak terjadi gagal bayar terhadap kreditnya.

Longsornya tebing yang ada di dekat areal persawahan, tidak hanya membuat petani terancam gagal panen. Petani juga pesimis bisa menanam padi lantaran air tidak sampai mengaliri lahan mereka.