Kesejahteraan Petani Kupang Naik Berkat READSI Kementan dan Revolusi 5P

oleh -38 views

KUPANG – Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (READSI) Kementan dipercaya sebagai terapi ampuh tingkatkan kesejahteraan di daerah. Sebab, program READSI Kementan mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Apalagi, READSI Kementan bisa disinergikan dengan program Revolusi 5P.

Program Revolusi 5P menjadi acuan pembangunan Kabupaten Kupang untuk 5 tahun mendatang. Revolusi 5P diartikan sebagai perubahan di bidang Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan Kelautan, dan Pariwisata. Kelima elemen tersebut memang sangat potensial berkembang di Kupang. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan, program READSI menghasilkan output positif bagi perekonomian.

“Masalah kemiskinan di daerah bisa ditekan melalui program READSI. READSI sangat efektif berkolaborasi bersama program lokal. Efektif menaikkan produktivitas dan beragam produk turunan. Muaranya tentu kesejahteraan dan serapan tenaga kerja potensial,” ungkap SYL.

Secara umum, READSI Kementan menyentuh seluruh strata perekonomian petani. Efektif mengangkat petani miskin yang aktif dan memiliki lahan. Dari situ, tentu ada nilai inspirasi yang bisa memotivasi petani lain untuk maju dan berkembang. Membangkitkan optimisme banyak petani dengan lahan luas tapi kurang beruntung secara ekonomi. Mereka tetap berada di bawah garis kemiskinan.

“Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, setiap orang harus optimistis. Terus memotivasi diri sendiri agar bertahan dan berinovasi. Program READSI memiliki ruang besar untuk itu. Memberi kesempatan setiap petani terus maju dan berkembang untuk kesejahteraannya,” terang SYL lagi.

Menjadi lokomotif penekan angka kemiskinan masyarakat, Kupang sebenarnya sudah mengembangkan READSI pada 2015-2017. Adapun pada tahun 2019-2020, program READSI diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani dan penyuluh. Upaya upgrade kompetensi digelar melalui sekolah lapangan, diantaranya tanaman pangan, buah, sayur, tanaman pangan, hingga ternak.

“Program READSI memang bagus untuk mendorong SDM. Apalagi, SDM menjadi kunci utama untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan. Kalau sarana prasarana dan peraturan perundangan tidak terlalu. Untuk itu, kami sangat fokus terhadap pengembangan SDM,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Adapun untuk tahun 2021, program READSI ditujukan kepada peningkatan produksi dan penyediaan benih bagi petani. Hasilnya? Panen raya di Kupang kini bisa menghasilkan 4,5 Ton/Hektar Padi. “Angka kemiskinan di Kupang akan turun seiring masifnya implentasi READSI. READSI juga tentunya akan berkolaborasi dengan program lokal yang digulirkan daerah, seperti Kabupaten Kupang,” tegas Dedi.

Memajukan perekonomian daerah melalui pertanian, READSI memiliki fungsi vital lainnya. Sebut saja, pemberdayaan rumah tangga petani di pedesaan baik secara individu maupun kelompok. Mereka didorong melalui peningkatan ketrampilan, rasa percaya diri, dan optimalisasi potensi dari sumber daya yang ada. Untuk itu, dukungan penuh diberikan READSI untuk Kostratani dan penumbuhan petani milenial hingga P4S. Poktan sebagai garda terdepan juga dikuatkan dengan orientasi korporasi.

“Dalam situasi pandemi Covid-19, ketidakpastian ekonomi, dan refocusing seperti saat ini, program READSI menjadi solusi ideal. Sebab, ada banyak komitmen kemajuan yang bisa dicapai bersama READSI Kementan. Bersinergi dengan program 5P, READSI Kementan maksimal meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan,” papar Bupati Kupang Korinus Masneno.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.