Makin Melejit Setinggi Langit, Kementan Lakukan Pemetaan Lahan Pertanian

oleh -282 views

SULAWESI TEGAH – Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia sebanyak kurang lebih 270 juta penduduk, Kementerian Pertanian (Kementan) mempertajam salah satu program yaitu Pemetaan lahan pertanian berbasis Spasial atau Poligon. Salah satu daerah yang siap menjalankan pemetaan lahan adalah Sulawesi Tengah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, meminta seluruh jajarannya dan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian untuk mengkonkritkan data data yang akan diambil secara nyata.

“Tidak ada data data fiktif. Kita berbuat untuk kepentingan rakyat dan bangsa, jangan ada hal hal yang dapat merugikan rakyat dan bangsa ini,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan Kostratani sebagai garda terdepan memiliki peran penting dalam mendukung penguatan Program Utama Kementerian Pertanian.

“Penyuluh pertanian di era informasi yang serba cepat saat ini, harus mengerti tentang teknologi pertanian, salah satunya teknologi Big Data Spasial dan kecerdasan buatan (AI), teknologi ini diperlukan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dedi.

Salah satu implementasi dari kedua teknologi tersebut adalah kebijakan satu peta (one map policy) yang menjadi fondasi bagi pembangunan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan Revolusi Industri. Selain itu, manajemen data spasial juga diperlukan untuk mitigasi kebencanaan hingga pembangunan wilayah.

Pusat Pelatihan Pertanian, sebagai salah satu penanggungjawab Program Utama Kementerian Pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah, melakukan pertemuan Koordinasi Produksi dan Produktivitas Pangan salah satunya membahas terkait percepatan digitasi polygon, Jumat (10/9/2021).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati, menyampaikan bahwa data yang ada di Simluhtan setiap kelompok tani sudah lengkap berupa data-data tabular, akan lebih sempurna jika dilengkapi dengan data spasial. Sehingga lahan yang diberikan bantuan dapat terlihat dengan jelas letaknya.

“Setiap penyuluh diharapkan dapat melakukan pemetaan poligon bagi kelompok tani binaannya. Entry data membuat poligon dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi baru yaitu Ereporting dalam radius 25 km, tidak perlu berada di atas lahannya,” tutur Leli.

Kegiatan Koordinasi Produksi dan Produktivitas Pangan dilaksanakan selama 3 hari secara offline dan online.

Sedangkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Trie Iriani, menyatakan progress digitasi poligon pada Aplikasi EReporting di Provinsi Sulawesi Tengah masih sangat rendah.

“Seluruh Dinas Kabupaten agar dapat mendorong seluruh Penyuluh dilapangan untuk melakukan percepatan digitasi polygon terhadap lahan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) dan bantuan pemerintah,” ujar Iriani.

No More Posts Available.

No more pages to load.