Manfaatkan Lahan Tidur, PPL Bersama Petani Maros Kembangkan Cabe Organik

oleh -8,190 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

KAHYANGAN.NET//MAROS – Untuk mendongkrak laju peningkatan produksi pangan, khususnya pada komoditas strategis, Penyuluh Pertanian bersama Petani di Kabupaten Maros memanfaatkan lahan tidur. Lahan tidur merupakan lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun.

Haji Baharuddin Syam, Alumni Pelatihan Fasilitator Organik Tanaman ini bekerja sama dengan Pemuda Tani dengan didampingi Marwanti, SP Penyuluh Pertanian melakukan uji coba penanaman cabe organik pada lahan tidur di lokasi kelompok tani Lamaloang di Kecamatan Maros Baru.

“Kami sudah melakukan penanaman cabe dengan cara organik di Kelompok Tani Lamaloang, Alhamdulillah cabenya saat ini sudah berbuah dan seluruh input produksi yang digunakan adalah full organik, sekalipun baru tahap awal, perkembangan cabe tersebut menunjukkan hal yang sangat positif,” jelas Haji Bahar.

Menurut Bahar, setiap hari dalam rutinitasnya bersama Marwanti terus mendatangi petani memberikan informasi terkait keuntungan melakukan budidaya secara organik, hingga perlahan-lahan sudah banyak petani yang mulai beralih dari pola budidaya konvensional ke pola budidaya organik. Hal ini karena mereka mulai menyadari bahwa pertanian organik sangat menguntungkan.

“Hari ini kita sedang melakukan pembersihan lahan bersama kelompok Pemuda Tani di desa Temmapaduae, Kec. Maros Baru. Ini adalah lokasi kedua yang kita akan jadikan sebagai percontohan budidaya cabe secara organik. Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa tanpa menggunakan bahan kimia kita bisa melakukan produksi pertanian dengan baik dengan tetap menjaga kuantitas dan kualitas produksi,” ujarnya.

Marwanti juga menjelaskan bahwa kolaborasi antara alumni fasilitator tanaman organik dengan Penyuluh Pertanian sangat bermanfaat.

“Setelah melakukan percontohan budidaya cabe organik di kelompok tani Lamaloang, kami semakin yakin bahwa budidaya secara organik tetap bisa meningkatkan produksi. Oleh karena itu kami semakin termotivasi untuk membuka percontohan budidaya organik di tempat lain. Kami berharap, kedepan Kabupaten Maros bisa menjadi sentra produksi pangan organik di provinsi Sulawesi Selatan,” tutur Marwanti.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang menegaskan lahan-lahan kosong jangan dibiarkan tidak ditanami sehingga tidak produktif sebagai sumber pangan yang dapat menopang ketahanan pangan.

“Kewajiban kita mendorong ibu-ibu dan bapak-bapak untuk mengembangkan lahan menjadi penopang ketahanan pangan. Manfaatkan lahan yang ada sebagai sumber pangan,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi juga mengatakan seluruh Insan pertanian harus all Out dalam membangun pertanian di Republik Indonesia.

“kita semua harus selalu all out dalam membangun pertanian demi keamanan pangan 267 juta penduduk Indonesia,” jelas Dedi.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.