Pemkab Barru Biayai Sisa Premi AUTP Seluruh Petani

oleh -81 views

BARRU – Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru, Sulawesi Selatan mewujudkan program yang pro-rakyat. Salah satunya melindungi petani dengan membayar premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Kabupaten Barru melakukan Memori of Understanding (MOU) atau perjanjian kerjasama dengan PT Asuransi Jasindo terkait dengan asuransi petani ini. MoU ditandatangani oleh Bupati Barru Suardi Saleh beserta Kadis Pertanian Kabupaten Barru, Ahmad, dan Kepala PT Asuransi Jasindo Cabang Makassar, Yoshika Lesmana.

“Dalam MoU itu, tertuang jika Jasindo Makassar akan ikut membackup asuransi pertanian tanaman padi. Seperti memberikan jaminan atas kerugian gagal panen akibat dari banjir, kekeringan, dan akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT),” ungkap Bupati Barru Suardi Saleh, Rabu (6/5).

Bupati Barru Suardi Saleh menuturkan, melalui kerjasama ini, maka petani yang ada di Barru tidak perlu lagi membayar sisa premi asuransi. Sebab semua ditanggung oleh pemerintah.

“Kalau asuransi dari pemerintah pusat itu yang dibayarkan hanya 80 persen atau sekitar Rp 144.000. Melalui kerja sama ini, Pemkab Barru akan membayarkan sisa premi sebesar 20 persen atau sekitar Rp 36.000. Jadi, tidak ada lagi petani di Kabupaten Barru yang mesti membayar premi,” tuturnya.

Ia menambahkan, asuransi pertanian ini adalah salah satu program andalan Pemkab Barru. Hal ini dilakukan untuk menjamin kesejahteraan para petani. Sehingga jika gagal panen akibat kekeringan dan banjir, maka petani bisa mendapatkan ganti rugi sesuai ketentuan.

“Kita sengaja memberikan asuransi ini, karena kami sadar Barru sangat bertumpu pada sektor pertanian. Sebanyak 80 persen penduduk Barru berprofesi sebagai petani,” tambahnya.

Kepala PT Asuransi Jasindo Makassar, Yoshika Lesmana mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 7.300 hektar lahan pertanian di Barru mendapat asuransi. Dia mengaku, proses klaim asuransi untuk petani akan dipermudah. Jika petani mengalami kerugian, proses klaim bisa dilakukan melalui pesan singkat.

“Bisa segera melapor melalui kantor cabang kami, cukup melalui pesan singkat. Setelah itu, bisa melengkapi dokumen untuk mendapatkan klaimnya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, asuransi pertanian ini sangat penting untuk masyarakat. Pasalnya, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat petani sangat rentan terhadap kegagalan.

“Karena itu perlu ada perlindungan dan jaminan dari pemerintah,” tambahnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut, banyak pencapaian sejak penerapan asuransi pertanian. Dengan ikut asuransi pertanian ini agar petani merasa aman untuk berproduksi.

“Kita tidak ingin kalau kena bencana alam seperti banjir, kekeringan, bencana alam, atau sapi yang mati itu menyebabkan petani yang rugi,” kata Mentan SYL.

Risiko yang dijamin dalam AUTP meliputi banjir, kekeringan, serangan hama dan OPT. Hama pada tanaman padi antara lain, wereng coklat, penggerek batang, walang sangit, keong mas, tikus dan ulat grayak.

Sedangkan penyakit pada tanaman padi antara lain, tungro, penyakit blas, busuk batang, kerdil rumput, dan kerdil hampa. Serangan hama dan penyakit ini akan mengakibatkan kerusakan yang dapat mengakibatkan gagal panen sehingga petani akan mengalami kerugian.

“Waktu pendaftaran dapat dimulai paling lambat satu bulan sebelum musim tanam dimulai. Kelompok tani didampingi PPL dan UPTD kecamatan mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan formulir yang telah disediakan,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy Wibowo mengatakan, pembiayaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dibayarkan melalui mekanisme APBD sangat dimungkinkan bagi daerah yang memiliki kepedulian tinggi pada keberlanjutan pertanian di daerahnya.

“Seperti yang sudah dilakukan Pemerintah Daerah lainnya. Seperti Jawa Tengah yang sudah dilakukan hingga tingkat Provinsi,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menuturkan, Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2019 ini menggelontorkan sebanyak Rp 144 miliar khusus untuk AUTP. Lokasinya diprioritaskan di daerah sentra produksi pangan.

“Setiap tahunnya, Kementan menargetkan 1 juta hektar lahan mampu terlindungi oleh AUTP. Target luasan 1 juta ha diprediksi akan tercapai. Karena sekarang pendaftaran sudah online, dengan Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). Sistem dalam jaringan ini mempermudah petani untuk ikut program asuransi usaha tani maupun usaha ternak,” kata Sarwo Edhy.

Jika mengikuti AUTP, kata Sarwo Edhy, para petani tak perlu bersedih karena ada asuransi yang menangani. AUTP sangatlah penting bagi petani utamanya menghadapi musim kering seperti saat ini. Jadi sayang sekali jika petani tidak mau ikut dalam asuransi ini.

“Sayang sekali kalau petani tidak ikut karena jika mereka gagal panen, kan ada uang yang akan cair sebesar Rp 6 juta per hektare. Ini kan sangat membantu petani,” pungkas Sarwo Edhy.(***)