Permintaan Tanaman Hias Meningkat, Kementan Apresiasi P4S Astuti Lestari

oleh -36 views

BANDUNG BARAT – Pandemi Covid-19 menjadi titik balik bagi pengusaha tanaman hias. Permintaan meningkat, penjualan pun naik. Hal ini yang juga dirasakan Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Astuti Lestari, yang mengembangbiakkan dan menjual tanaman hias.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di masa pandemi.

“Di saat sektor lain terganggu, pertanian bisa terus bertahan. Bahkan tumbuh positif. Momen ini yang harus dimanfaatkan insan pertanian,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM pertanian harus bisa memaksimalkan potensinya.

“SDM pertanian harus terus dikembangkan, ditingkatkan. Karena SDM adalah pemicu utama dalam peningkatan produksi pertanian,” katanya.

Sementara Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Bustanul Arifin, mengatakan P4S merupakan salah satu ujung tombak di BPPSDMP, khususnya pelatihan di pedesaan.

“Oleh karena itu, kita sangat senang melihat aktivitas P4S Astuti Lestari. Kegiatan yang betul-betul memberikan resonansi kepada pengembangan kompetensi bagi anak-anak muda untuk bekerja di bidang pelatihan,” katanya.

Bustanul berharap dapat muncul lagi P4S di tengah kondisi keterbatasan di akibat pandemi Covid-19.

“Dan jangan sampai aktivitasnya malah cenderung, justru harus terus meningkat. Sehingga memperlihatkan bahwa terjadi gerakan pembangunan di bidang pedesaan,” katanya.

Sedangkan Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Astuti Lestari, Tuti Tarmini, atau yang biasa dipanggil Astuti, membenarkan jika permintaan tanaman hias mengalami peningkatan.

Astuti sendiri mengaku awalnya ingin  menjadi pemasok bibit bunga di Cihideung dengan bibit Hasil Kultur Jaringan. Namun keinginan itu belum bisa diterapkan karena terkendala masalah sarana dan prasarana.

Menyadari hal tersebut, Astuti tidak patah semangat, malahan dirinya ikut membantu mahasiswa bimbingan Ibu Lia Sanjaya yang melakukan penelitian Teknologi Short Day Plan pada tanaman Krisan.

“Sambil menyelesaikan skripsi tahun 1994, Ilmu tersebut saya terapkan pada usaha yang baru saya rintis dan  Alhamdulillah berkembang dan terus berkembang,” terangnya.

Menurutnya, seiring dengan berkembangnya usaha tanaman hias, mulai banyak sekali yang melakukan kunjungan, berlatih, dan magang di tempatnya.

Kemudian, pada tahun 2000 dirinya mulai dibina oleh Pusat Pelatihan Pertanian, dan pada tahun 2010 P4S Astuti Lestari mendapat Sertifikasi dan penguatan P4S berupa Sarana Pembelajaran dari Kementerian Pertanian (BPPSDMP) melalui Pusat Pelatihan Pertanian.

Setelah mendapat sertifikasi, Astuti tidak ragu lagi untuk mewujudkan impian yang kedua, yaitu Membina Generasi muda dan masyarakat dalam  mengembangkan potensi daerah.

“Saya selalu dilibatkan oleh  Pusat Pelatihan Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Andalas,  Direktorat Hortikultura dan sekolah-sekolah, baik itu sebagai narasumber, dosen tamu, instruktur maupun pembimbing, pembina dalam pengembangan tanaman hias dan potensi daerah,” katanya.

Menurut bu Astuti, atas usahanya menjadi seorang petani tersebut, impiannya kini telah tercapai. Ketersediaan benih tanaman hias berkualitas kini bukan lagi masalah, karena  putra putri Indonesia sudah berkarya di PT East West Seed Indonesia, walaupun konsultannya masih dari negeri Kincir Angin.

“Impian saya berikutnya adalah ingin menggali potensi daerah Bandung Barat dan membuat Taman Pesona Bandung Barat bersama rekan rekan di Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Penyuluh Swadaya didukung oleh Dinas Pertanian dan Bapak Bupati Bandung Barat,” katanya.