Petani di Kebumen dapat Bantuan Kementan Tingkatkan Produktivitas

oleh -556 views

KEBUMEN – Kementerian Pertanian membantu para petani di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menyelesaikan masalah seputar pertanian. Dengan cara ini, produktivitas pertanian di Kebumen diharapkan meningkat.

Bantuan diberikan Kementan melalui kegiatan Rembuk Awal bersama CP/CL Sekolah Lapang IPDMIP MT 2. Kegiatan ini berlangsung 24 Februari 2022, di Aula Kantor BPP Puring, Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan IPDMIP ini mengajarkan para petani mengenai banyak hal.

“Kementerian Pertanian fokus terhadap peningkatan produktivitas yang bisa membantu petani meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Salah satu bantuan itu dengan memanfaatkan program-program utama seperti program IPDMIP,” katanya.

Kegiatan Rembuk Awal di BPP Puring, Kabupaten Kebumen, diikuti Ketua poktan dan 2 orang anggota poktan dari masing-masing poktan yang akan mengikuti SL padi dengan Tema Koorporasi.

Peserta lainnya adalah Koordinator BPP Puring Resti Wulandari beserta PPL Pendamping Lokasi IPDMIP, Manajer Kegiatan IPDMIP dari Bidang Penyuluhan Distapang Kebumen Agus hendrawan beserta Cahyo Sulistyo Rini Staf Penyuluhan Distapang Kebumen, Korkap IPDMIP Kebumen Elva Susanti.

Selain itu, hadir Ketua dan 2 Orang anggota Poktan dari masing-masing desa Pelaksanaaan IPDMIP 5 desa, yaitu Desa Kedaleman Kulon poktan Nusa Jaya, Setiyo Budi Utomo, Glagah Wangi.

Kemudian Desa Pesuruhan Poktan Jati Mulyo,Sri Mulyo, Desa Sidodadi poktan Sidomuncul, Sido Rukun, Eka Jaya, Desa Weton Kulon poktan Budi santoso, Muji Rahayu, Budi Rukun. Desa Weton Wetan Poktan Bhakti Mulyo, Sumber Rejeki, Sri Handayani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap para peserta bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya materi yang disampaikan dalam program IPDMIP.

“Lewat IPDMIP, kita ingin pengetahuan dan kemampuan SDM pertanian. Karena, IPDMIP memberikan banyak ilmu yang bisa diterapkan di lahan masing-masing petani. Oleh sebab itu, itu berharap kegiatan IPDMIP diikuti dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Materi Rembuk Awal IPDMIP sendiri adalah mengidentifikasi masalah dan kendala yang dihadapi para petani dalam Pengelolaan usahataninya, menyepakati dan menetapkan secara partisipatif materi pembelajaran SL untuk 12 kali pertemuan.

Cakupannya adalah materi yang paling
relevan dan dibutuhkan petani untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam satu siklus budidaya padi atau tanaman bernilai ekonomi tinggi, mulai dari persiapan tanam sampai pasca panen, baik aspek teknis,
pembiayaan, pengelolaan air, dan pasca panen

Rembug Awal juga menyepakati jadwal untuk 12 kali pertemuan pembelajaran SL dari setiap pelaksanaan unit SL, Menyepakati penggunaan lahan salah seorang petani peserta SL untuk ditetapkan sebagai laboratoriu lapangan (LL) seluas 0,25- 1 ha yang digunakan sebagai tempat pertemuan pembelajaran SL yang memerlukan kegiatan pengamatan, praktek, demonstrasi, atau pengujian lahan yang digunakan sebagai LL.

Kebutuhan sarana produksinya (antara lain benih, pupuk dan obat-obatan pengendali OPT) dan biaya tanam (sistem Jajar Legowo)dapat dibiayai oleh Proyek.

Kemudian menyepakati pelaksanaan demonstrasi alat mesin pertanian (alsintan) yang Diadakan oleh DPIU, pada salah satu jadwal pertemuan pembelajaran SL.

No More Posts Available.

No more pages to load.