READSI Dukung Revolusi 5P Kupang Guna Naikkan Produktivitas

oleh -34 views

KUPANG – Program Rural Empowerment And Agricultural Development Scaling-UP Initiative (READSI) yang diluncurkan Kementerian Pertanian mendapatkan sambutan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program READSI diharapkan bisa mendukung revolusi 5P.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, READSI menjadi salah strategi Kementan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Dalam masa pandemi, Kementan akan tetap fokus meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui READSI,” terang Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

“Sasaran program READSI adalah petani, termasuk, petani miskin yang aktif dan memiliki lahan yang berpotensi. Melalui READSI, kita akan memotivasi petani untuk dapat meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.

Sementara Bupati Kupang, Korinus Masneno, berharap READSI turut mendukung program revolusi 5P. Hal tersebut disampaikan saat mengikuti Star Up Tingkat Kabupaten Kupang yang digelar Program READSI di Oelamasi, Kamis (1/7/2021). Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Pengarah Program READSI Amin Juaria, Manajer Koperasi Swastisari Kornelis Kopong Tulit, fasilitator dan poktan.

“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya meningkatkan hasil produktivitas petani,  kesejahteraan petani baik perorangan maupun kelompok,” kata Bupati.

Untuk itu, Bupati Korinus Masneno mengatakan penyuluh maupun fasilitator harus menjadi garda terdepan dalam memberikan semangat dan motivasi kepada petani.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menghasilkan komitmen kerja yang baik guna tercapainya program ini. Refocusing dan pandemi kiranya tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dengan semangat Revolusi 5P kita tingkat Produktivitas kerja dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta menurunkan angka kemiskinan,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandapotan Siallagan, menjelaskan jika READSI merupakan program pengembangan  yang telah dilaksanakan tahun 2015 – 2017.

Pada 2019 dan 2020, READSI fokus pada peningkatan SDM petani dan penyuluh, berupa sekolah lapangan meliputi tanaman pangan, buah, sayur tanaman pangan dan ternak.

“Tahun 2021 kegiatan READSI difokuskan pada peningkatan produksi dan penyediaan benih bagi petani. Hal ini sudah dirasakan hasilnya beberapa waktu lalu pada panen raya sekitar 4,5 ton per hektar,” ujar Pandapotan Siallagan.

Ia berharap program READSI lebih progresif ke depannya dan dapat mendorong terbentuknya koperasi produsen, outlet dapur yang didukung oleh produk sehat organik dari petani.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.