READSI Kementan Hadirkan Pemerataan Ekonomi Mandiri Petani Pohuwato

oleh -50 views

POHUWATO – Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (READSI) Kementan memberi impact positif ekonomi sangat besar. Bergabung dalam Poktan, petani di Karya Baru, Pahuwato, Gorontalo, berhasil memiliki kemandirian finansial. Mereka memiliki tabungan hingga memenuhi syarat administrasi 30% mendapatkan bantuan alsintan dari Kementan.

“READSI terus mendorong upaya kemandirian ekonomi petani. Secara swadaya, mereka mampu memenuhi kebutuhannya. Meski demikian, Kementan tetap memberikan bantuan untuk mendukung produktivitasnya,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Sukses menerapkan program READSI Kementan, 4 Poktan di Pohuwato memenuhi syarat administrasi 30% bantuan alisintan. Sudah menjadi regulasi, setiap Poktan bisa mengajukan permohonan bantuan alsintan melalui READSI. Nantinya, bantuan alsintan tersebut memakai skema pembiayaan subsidi 70% dari Kementan. Untuk biaya sisa 30% dipenuhi petani dari syarat administrasi tersebut.

“Petani harus mandiri dan berdaya saing secara ekonomi. Dengan begitu, mereka akan memiliki masa depan cerah. Mampu mengembangkan kegiatan dan usaha pertaniannya untuk masuk dalam strata kesejahteraan di atasnya. Kami gembira karena READSI terus memberi impact positif,” terang SYL lagi.

Semakin positif, 4 Poktan di Pohuwato tersebut juga pada hari yang sama menyetorkan tabungan. Uang-uang tersebut (tabungan dan administrasi 30% alsintan) dimasukan melalui rekening Meraka di Bank SulutGo. Akses simpanan melalui rekening bank tersebut pun menjadi tonggak baru. Harapan kedepannya, Poktan lebih terbiasa dalam mengakses lembaga keuangan.

“Kemandirian ekonomi untuk kesejahteraan petani memang menjadi salah satu target program READSI. Kami apresiasi seluruh stakeholder yang terlibat dalam READSI hingga memberi impact luar biasa secara ekonomi,” jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi.

Menikmati impact besar READSI, 4 poktan yang sukses melakukan transformasi ekonomi adalah Bahtra, Molopoga II, Bina Raya, dan Butato I. Mengembangkan komoditi Jagung, Poktan Bahtra memiliki simpanan uang anggota Rp450 Ribu. Untuk simpanan pengadaan alsintan sebesar Rp7.460.000. Jadi, mereka memiliki total simpanan Rp7.910.000.

“Akses perbankan harus dimaksimalkan. Poktan dan petani harus manfaatkan fasilitas itu. Kami gembira kalau mereka memiliki simpanan uang di bank. Jangan lihat jumlahnya dahulu. Percaya saja, jumlahnya akan terus bertambah seiring usaha pertanian yang dilakukan,” tegas Dedi.

Serupa Bahtra, rapor positif juga ditunjuka Poktan lain. Dengan komoditi Padi Sawah, Poktan Molopoga II mampu menyetorkan simpanan anggota Rp765.000. Untuk simpanan alsintan Rp4.072.000 dan jumlah totalnya Rp4.837.000. Lalu, Poktan Bina Raya (Jagung) simpanan anggota Rp285.000 simpanan alsintan Rp2.970.000. Jadi, nilai totalnya adalah sekitar Rp3.255.000.

Untuk Poktan Butato I (Jagung) dengan simpanan anggota Rp205.000. Adapun simpanan alsintan Rp1.245.000 dengan angka total Rp1.450.000. “Kami terus berkembang bersama READSI Pendapatan petani bagus karena mampu menyisihkan uang simpanan anggota dan alsintan. Terima kasih READSI, terima kasih Kementan,” papar Fasilitator Desa Karya Baru, Refli Yusuf.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.