Sinyal Kuat Trilogi Koalisi Golkar-NasDem-Gerindra

oleh -42 views

JAKARTA – Sinyal kuat koalisi terus ditebalkan menuju Pilpres 2024. Komposisi trilogi diisi oleh Partai Golkar, NasDem, dan Gerindra. Ketiganya memiliki ikatan historis kuat. Sebab, NasDem dan Gerindra merupakan ‘pecahan’ Golkar. Elitnya pernah berjuang untuk partai berlambang Pohon Beringin tersebut. Wajar bila.ketiganya memiliki ‘frekuensi’ yang sama.

“Masih ada waktu cukup untuk membangun koalisi. Golkar memiliki frekuensi sama dengan Gerindra dan NasDem. Kami memiliki kedekatan ideologi dan perkawanan. Hal ini tentu bisa didorong untuk kerjasama,” ungkap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Membangun poros koalisi, Golkar saat ini slot presidential Threshold 12,31%. Sebab, meraih 17,2 Juta suara pada Pemilu 2019. Adapun Gerindra memiliki slot 12,57% atau sebesar 17,5 Juta suara. Lalu, bagaimana dengan NasDem? Mereka memiliki porsi presidential threshold sebesar 9,05%.

Sebagai informasi, parpol harus memenuhi presidential threshold 20% suara nasional untuk maju dalam Pilpres 2024. Slot 20% tersebut berjumlah sekitar 25% perolehan kursi di parlemen. Ambang batas tersebut naik 5% karena pada Pemilu 2004 dan 2009 masih berada pada angka 15%. Airlangga menambahkan, komunikasi Golkar baik dengan partai lainnya.

“Kami sudah berkomunikasi dengan banyak partai. Gerindra sudah, PKS juga sudah. Komunikasi sangat cair. Dengan NasDem bahkan lebih intens, ya karena mereka alumni Partai Golkar. Pak Surya Paloh yang kini jadi Pimpinan NasDem pernah sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar,” lanjutnya.

Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pun mengakui, untuk tahap saat ini masih melakukan penataan perbedaan internal Partai Golkar. Airlangga juga fokus menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Komunikasi dengan kantong suara potensial Golkar juga dilakukan, seperti Jawa Barat, Banten, dan luar Jawa. Untuk modal Pilkada, potensi suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur terua dioptimalkan. Apalagi, masih ada waktu sekitar 3 tahun untuk membulatkan suara pemilih.

“Konsolidasi ke daerah tetap dilakukan. Penguatan kader berjalan bagus. Sementara, saya juga fokus dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” tutup Airlangga yang menjabat Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.