Sulteng akan Manfaatkan Bantuan IT Kementan untuk Maksimalkan Pertanian

oleh -34 views

JAKARTA – Sebagai upaya untuk memperkuat peran Kostratani, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menyalurkan bantuan IT ke sejumlah BPP di Sulawesi Tengah. Bantuan ini akan dimaksimalkan untuk membantu memecahkan masalah yang ada di lapangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, melalui Kostratani Kementan akan membangun pertanian dari tingkat desa dan kecamatan.

“Kementan akan memaksimalkan pembangunan pertanian melalui Kostratani. Pembangunan pertanian itu akan dilakukan dari tingkat desa dan kecamatan,” katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bantuan IT diberikan untuk memperkuat peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

“Dengan Kostratani, peran BPP akan dimaksimalkan. Oleh karena itu, BPP kita perkuat dengan IT agar bisa terhubung ke AOR di Kementan. Sehingga koordinasi dan pelaporan bisa terus dilangsungkan,” katanya.

Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian telah memasuki era 4.0. Artinya penggunaan sarana digital tidak bisa dihindari.

“Internet of thing (IoT) harus dimanfaatkan. Insan pertanian juga harus mulai menerapkan digital. Hal itu kita dukung dengan bantuan IT. Sehingga pelatihan dan lainnya tetap bisa berjalan, Ini juga menjadi salah satu strategi kita untuk meningkatkan kualitas SDM di masa pandemi,” katanya.

Sedangkan Deputy Manager IPDMIP Provinsi Sulawesi Tengah, Nasrudin, mengatakan sudah menerima bantuan sarpras IT dari BPPSDMDP lewat IPDMIP.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementan melalui BPPSDMP karena mendorong dan memastikan kegiatan kita terfasilitasi untuk mengikuti vidcon. Bantuan IT ini sangat bermanfaat untuk memajukan pertanian,” katanya.

Menurutnya, di Sulteng ada 169 BPP yang menjadi penerima bantuan prasarana dari program IPDMIP, READSI dan lainnya. Nasrudin memastikan sebagian besar BPP yang mendapat fasilitasi IPDMIP sudah tiba di beberapa lokasi.

“Manfaat IT yang kita terima ini sebagai fasilitas untuk menyampaikan, melaporkan, serta mendiskusikan permasalahan yang dihadapi Kostratani untuk menyelesaikan persoalan di tingkat lapangan,” katanya.

Nasrudin berharap bantuan IT membuat komunikasi semakin lancar, persoalan yang dihadapi bisa segera diselesaikan, dan tentunya persoalan yang dihadapi melalui Vidcon bisa ditindaklanjuti.

Ditambahkannya, dengan IPDMIP tugas pihaknya adalah melahirkan 133 penangkar selama projek berlangsung. Dan saat ini sudah dibina 80 penangkar yang bisa eksis dan bisa dipantau.

“Harapan kedepan tentunya ketika IPDMIP berakhir akan ada program lanjutan. Agar ada kesimabungan program dari yang sudah dibangun IPDMIP. Pembinaan tidak boleh berhenti, petani yang sudah disentuh harus diberdayakan,” ujarnya.(EZ)