Value READSI Naik Efek Support Kegiatan Pelatihan Pertanian

oleh -25 views

JAKARTA – Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (READSI) dijamin semakin terakselerasi dengan baik. Kementan sudah meng-upgrade kompetensi penyuluh dan stakeholder pertanian terkait. Formulanya melalui Penguatan Kegiatan Pelatihan Pertanian yang sudah digulirkan secara daring, 30 Juni hingga 2 Juli 2021. Pesertanya dari seluruh penjuru tanah air, termasuk zona READSI di 6 provinsi dan 18 kabupaten.

“Upaya mendorong produktivitas pertanian akan didukung penuh, terutama menyangkut kompetensi sumber daya manusia (SDM). Dengan SDM Unggul, program READSI akan memberikan peningkatan kesejahteraan secara signifikan. Sebab, sudah pasti produktivitasnya naik,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Penguatan Kegiatan Pusat Pelatihan Pertanian memiliki fungsi strategis bagi READSI. Sebab, ada koordinasi internal di situ. Diplot juga sebagai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Penyuluhan Pertanian. Adanya Persiapan Sertifikasi bagi THL TBPP yang belum lulus P3K sekitar 2.168 nama. Seandainya, 2.168 nama ini resmi bersertifikat, tentu produktivitas dan kualitas program READSI akan terkatrol.

“Penyesuaian tetap dilakukan agar program pertanian bisa terimplementasi dengan baik. Sertifikasi menjadi sesuatu yang penting karena menjadi parameter kualitas dari SDM pertanian. Untuk itu, para THL TBPP harus bekerja keras agar bisa lolos sertifikasi lalu menghasilkan karya terbaik bagi negara,” terang SYL.

Mendorong kompetensi SDM, pembangunan pertanian memiliki beberapa tujuan. Ada penyediaan jangan bagi 267 Juta penduduk Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani hingga meningkatkan ekspor. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menerangkan, READSI Kementan memberi impact positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani terutama pada zonasi implementasinya.

“SDM memegang kunci utama produktivitas pertanian. Untuk sertifikasi harus dilakukan khususnya kepada THL TBPP. Banyak dari mereka berasal dari zonasi READSI. Bagaimanapun, SDM memegang pengaruh 50% terhadap kenaikkan produktivitas. Adapun sarana prasarana dan peraturan perundangan masing-masing 25%,” jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Memajukan perekonomian daerah melalui pertanian, READSI memiliki fungsi vital lainnya. Sebut saja, pemberdayaan rumah tangga petani di pedesaan baik secara individu maupun kelompok. Mereka didorong melalui peningkatan ketrampilan, rasa percaya diri, dan optimalisasi potensi dari sumber daya yang ada. Untuk itu, dukungan penuh diberikan READSI untuk Kostratani dan penumbuhan petani milenial hingga P4S. Poktan sebagai garda terdepan juga dikuatkan dengan orientasi korporasi.

“Petani mandiri, maju, dan sejahtera akan tercapai dengan dukungan seluruh elemen pertanian. Untuk itu, sertifikasi menjadi momentum terbaik untuk mempertahankan performa yang sudah ada. Sebab, pertanian harus terus berkontribusi besar kepada negara yang sedang berperang melawan pandemi Covid-19,” tutup Dedi.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.