Destinasi Super Prioritas Ikut Unjuk Gigi di Indonesia-Japan Festa 2019

oleh -577 views

Jepang – Dua hari perhelatan Indonesia-Japan Festa 2019, 5-6 Oktober, benar-benar dimanfaatkan untuk menarik perhatian pengunjung. Berbagai pendekan dilakukan. Bukan hanya menguatkan interaksi dengan bermain angklung, egrang, dan menari Gemufamire bersama, tetapi juga membagikan merchandise pada siapa pun yang datang ke booth Indonesia.

Konjen RI di Osaka Mirza Nurhidayat mengatakan, Kemenpar benar-benar cerdas dalam menggunakan waktu dua hari dengan maksimal. “Inisiatif Kemenpar membagikan brosur destinasi super prioritas sangat tepat. Saya lihat tadi ada gambar-gambar yang menarik, berikut dengan penjelasan dan paket promosinya. Pastinya brosur tersebut bisa menjadi pegangan awal atau acuan bagi masyarakat Jepang untuk merencanakan liburan ke Indonesia,” ujarnya, Minggu (6/10).

Kelima destinasi super prioritas itu sendiri sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Juli 2019 lalu. Kelimanya yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.

Sejauh ini, pemerintah terus mendorong pengembangan infrastruktur di daerah-daerah tersebut, agar bisa selesai pada 2020 mendatang. Presiden Jokowi bahkan mendesak agar pembangunan dipercepat, sehingga dapat segera dipromosikan secara masif.

Untuk mencapai target itu, pemerintah menggulirkan anggaran sebesar Rp6,5 triliun untuk 4 destinasi super prioritas. Dengan rincian Danau Toba Rp2,2 triliun, Borobudur Rp2,1 triliun, Labuan Bajo Rp6,3 triliun, dan Mandalika Rp1,9 triliun. Sementara untuk Likupang, pemerintah masih melakukan percepatan penetapan Peraturan Pemerintah (PP) perihal KEK Pariwisata Likupang yang telah disepakati pada 27 Agustus 2019 lalu.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya menambahkan, pengunjung booth Indonesia tidak hanya mendapatkan brosur tentang empat destinasi super prioritas. Dalam hal ini, Kemenpar juga memberikan berbagai merchandise. Seperti pin, pembatas buku, brosur, syal, lego, payung, dll.

“Semua barang yang kita bagikan menampilkan unsur destinasi super prioritas. Bahkan, kita juga menyiapkan petugas penerjemah untuk menjelaskan secara lebih detail mengenai destinasi super prioritas tersebut,” ungkapnya, diamini Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional II Kemenpar, Ardi Hermawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, promosi lima destinasi super prioritas akan terus dilakukan di berbagai event. Salah satunya pada gelaran Indonesia-Japan Festa 2019, di Minato-Machi Riverplace Plaza Namba Hatch, Osaka. Pemerintah Indonesia sendiri sudah membahasnya secara mendalam pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III, di Swisshotel Jakarta, tangal 10-11 September lalu.

“Pengembangan destinasi pariwisata super prioritas bukan hanya ranah Kemenpar, tetapi sudah menjadi perhatian umum Pemerintah Indonesia. Ada pula pengintegrasian dukungan antar kementerian/ lembaga mengenai aksesibilitas, konektivitas, dan lain-lain,” jelasnya. (*)