Di 3 Kota Malaysia Ini, Kemenpar Luncurkan Misi Penjualan

oleh -713 views

JAKARTA – Kementerian Pariwisata tidak main-main memaksimalkan pasar Malaysia. Hal ini dibuktikan dengan melakukan misi penjualan (sales mission). Tidak tanggung-tanggung, sales mission diluncurkan di 3 kota sekaligus, 1-4 Juli.

3 Kota yang disasar Misi Penjualan Kementerian Pariwisata adalah Ipoh, Alor Setar, dan Penang. Misi penjualan ini digelar sebagai bagian dari upaya memenuhi target 20 juta wisman.

1 Juli 2019, sales mission lebih dahulu digelar di Weil Hotel Ipoh – Perak. Disusul kemudian di Grand Alora Hotel Alor Setar – Kedah pada 3 Juli. Sedangkan 4 Juli 2019, kegiatan dilakukan di Eastern & Oriental Hotel Penang.

Sellers yang akan berpartisipasi berjumlah 16 dari industri pariwsata Indonesia terdiri dari tour operator/travel agent, dan hotelier. Mereka berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Selain itu buyers yang ditargetkan hadir adalah 40 local agent Ipoh, 20 local agent Alor Setar dan 50 local agent Penang melalui rekomendasi VITO Malaysia yang merupakan anggota MATTA dan MCTA.

“Dalam sales mission kali ini, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kita juga menggandeng Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang, VITO Malaysia dan Stakeholders pariwisata baik di Indonesia maupun di Malaysia,” tutur Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung, Selasa (2/7).

Bukannya tanpa alasan Kementerian Pariwisata menggelar sales mission di Malaysia. Alasan paling utama, Negeri Jiran merupakan fokus pasar wisatawan mancanegara ke Indonesia. Bahkan, menduduki peringkat ke-1.

Berdasarkan realisasi wisman tahun 2018, kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 2.501.594. Atau, meningkat 17,9% dibandingkan tahun 2017 sebesar 2.121.888).

Sedangkan tahun 2019, target Kemenpar untuk pasar Malaysia sebanyak 2.900.000 kunjungan wisatawan, sehingga diperlukan pendekatan yang tepat dan inovatif untuk menggarap pasar ini.

“Bentuk upaya untuk mencapai target kunjungan tersebut, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Sales Mission di 3 Kota Malaysia ini,” jelas Adella.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, strategi yang digunakan Kemenpar adalah mempromosikan destinasi pariwisata prioritas Danau Toba dan Bromo.

“Dalam event ini, kita juga akan manfaatkan untuk mempromosikan destinasi lainnya. Khususnya yang memiliki direct flight dari Kuala Lumpur ke destinasi di Indonesia, *termasuk rute Kuala Lumpur – Banyuwangi* papar wanita yang akrab disapa Kiki itu.

Selain mengelar pertemuan bisnis atau B2B dengan round robin system (buyers meets sellers), dilakukan juga sesi Indonesia Tourism Update. Narasumber yang dihadirkan adalah Surya Salim, perwakilan dari ASITA Sumatera Utara. Ia akan mempresentasikan Destinasi Pariwisata Danau Toba dan Sumatera Utara.

Selain itu, ada narasumber Monas Tjahjono, Praktisi Pariwisata yang akan mempresentasikan Destinasi Pariwisata Bromo dan Jawa Timur. Usai presentasi dilanjutkan dengan tanya-jawab (interactive dialogue) dan acara jamuan makan.

“Dari sales mission ini, kita berharap terjadi transaksi dan penjualan paket wisata Indonesia yang massif. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi update tentang destinasi pariwisata Indonesia kepada warganegara Malaysia. Diharapkan juga melalui pertemuan B2B ini kerja sama bisnis dapat dibangun untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan dari Malaysia ke Indonesia, serta memperkuat kerjasama bilateral antara kedua negara,” terang Kiki lagi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengingatkan betapa pentingnya meng-update pariwisata Indonesia ke kancah mancanegara.

“Sales mission ini menjadi ajang tepat untuk meng-update informasi tentang pariwisata Indonesia. Mengapa? Karena Malaysia dekat dengan Indonesia. Mereka sudah mengetahui bagaimana destinasi Indonesia. Yang mereka butuhkan adalah update informasi. Destinasi apa saja yang baru, atau atraksi apa yang baru, dan amenitas apa yang baru. Kita harus beritahu info itu,” katanya.

Menpar mengingatkan jika Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia terdiri lebih dari 17.000 pulau tropis yang dibatasi oleh pantai berpasir baik hitam, putih, maupun pink. Di antara pulau-pulau yang paling terkenal adalah Bali, Jawa, Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatera.

“Semua ragam wisata budaya, wisata alam, dan wisata buatan yang ada di Indonesia, harus diperkenalkan. Serta beragam aktivitas pariwisata dan juga keramahan masyarakat yang menjadi ciri khas Indonesia. Semua harus harus di-update ke wisatawan,” paparnya.