Festival Crossborder Badau Libatkan 7 UMKM

oleh -1.202 views

BADAU – Festival Crossborder Badau 2019 sangat ramah buat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Buktinya, 7 UMKM dipercaya mengisi booth. Dari total 12 booth yang disediakan. Produk-produk pelaku UMKM ini ditawarkan ke pengunjung yang berasal dari Serawak, Malaysia.

Penyelenggaraan Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 digelar Minggu (24/6). Lokasinya berada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Warga Serawak sangat antusias hadir di sana. Karena, ada Iyeth Bustami dan Tika Zeins.

Hal inilah yang dimanfaatkan UMKM untuk menjual produk mereka.

“Kami bergabung di event untuk mengejar branding. Transaksi ada dengan jumlah lumayan, tapi fokus ke promosi. Sebab, event ini dikunjungi oleh orang-orang dari Serawak, Malaysia. Dan, Serawak menjadi pasar utama. Di sana ada banyak komunitas Dayak Iban,” ungkap Ketua UMKM Badau Binaan BNPP Nobelius, Minggu (24/6).

Menurutnya, komunitas Dayak Iban di Serawak cukup tinggi. Mencapai 745 Ribu orang dari total 2,64 Juta orang warga Serawak. Data itu Mengacu sensus penduduk Malaysia 2015. Oleh karena itu, event-event seperti ini sangat potensial untuk promosi.

Dari 7 booth yang diisi UMKM, ada 2 booth yang mendisplay craft, lalu masing-masing 1 booth untuk kuliner dan GenPI Kapuas Hulu. Sedangkan 1 booth diberikan kepada pelaku industri kreatif asal Negeri Jiran Malaysia.

“Kami berterima kasih kepada Kemenpar karena diberi kesempatan promosi di event ini. Teman-teman yang terlibat juga banyak. Ada banyak produk yang ditampilkan. Sebab, kami mengembangkan banyak produk yang menjadi unggulan di Badau,” kata Nobelius lagi.

Secara keseluruhan, Badau memiliki sekitar 6 UMKM yang menjadi member BNPP. Untuk produk yang dihasilkan mulai dari craft dan kuliner. Komposisi craft terdiri dari tenun, produk kreatif alumunium, hingga anyaman topi adat Dayak.

Untuk kulinernya ada Kerupuk Basah, Madu, dan Ikan Asin. Para pelaku UMKM ini sebelumnya mendapat modal Rp13 Juta per orang dari BNPP. Penerimanya 23 orang.

“Keramaian seperti Festival Crossborder Badau potensial untuk branding dan bisnis. Ada pergerakan massa besar di situ. Artinya, potensi transaksinya menjanjikan baik saat itu maupun jangka panjangnya. Pelaku UMKM di perbatasan memang harus didorong dan difasilitasi,” terang Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Menawarkan beragam produk kreatif, UMKM Badau mengembangkan tenun unik. Motifnya diadopsi dari konsep tenun dan manusia. Warna dasarnya didominasi merah, meski ada juga hijau. Menariknya, warna dasar disesuaikan dengan permintaan market. Sebab, setiap tahunnya berbeda. Selain kain, tenun dibuat dalam bentuk rompi adat, kemeja, selendang, hingga taplak meja.

Pewarnaan tenun, dilakukan secara alami dan sintetis. Namun, tenun dengan pewarna alami dibanderol dengan harga tinggi.

“Pergerakan ekonomi di perbatasan harus didorong. Inilah salah satu implementasi dari Nawacita. Ada aktivitas bisnis dengan ujung kesejahteraan masyarakat di perbatasan. Kami yakin, dengan branding cukup, volume produksi dan inkam yang didapat akan naik di sana,” jelas Adella lagi.

Selain tenun, beragam produk alumunium yang dihasilkan juga mengacu pada adat. Bentuk produknya seperti Buah Pauh dan ikat pinggang. Buah Pauh ini biasanya menjadi barang jinjingan saat acara adat. Untuk ikat pinggangnya, detail dan motif yang ditawarkannya unik. Untuk anyaman topi adat motifnya mengacu tanaman pakis.

“Pelaku usaha di perbatasan harus diberi ruang yang cukup. Harapannya agar produknya semakin dikenal. Event-event seperti ini sangat potensial untuk mengembangkan pasar. Kami tentu berharap, UMKM di Badau semakin berkembang. Tapi, mereka juga harus lebih produktif dengan beragam produk baru,” papar Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono.

UMKM Badau memiliki pasar utama di Serawak, Malaysia. Wilayahnya mencakup Lubok Antu, Kuching, hingga Miri. Pendistribusian beragam produk tersebut dilakukan rutin sebulan sekali. Transaksinya mengacu harga Negeri Jiran menggunakan mata uang Ringgit Malaysia. Bila tertarik silahkan datang ke Badau Hilir, Badau. Informasi lain bisa dilihat pada Facebook: Nobel Badau atau hubungi nomor 081352238229.

“Festival Crossborder Badau memberi ruang luas bagi pelaku bisnis. Mereka bisa melakukan promosi, termasuk melakukan deal-deal bisnis. Sebab, daerah di perbatasan memiliki banyak potensi. Produk yang dihasilkan unik dengan kualitas bagus. Hal-hal positif ini tentu harus didorong agar perekonomian masyarakat di sana semakin bagus,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.