Kemenparekraf Gencarkan Strategi Promosi Online Sirkuit Mandalika MotoGP

oleh -165 views

MATARAM – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus menggencarkan promosi sirkuit Mandalika yang akan dijadikan tuan rumah gelaran balap motor dunia, MotoGP. Koordinator Pemasaran Regional 1 Area 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menjelaskan, dari sisi promosi Kemenparekraf/Baarekraf terus melakukan sosialisasi. Saat pandemi ini, di mana promosi offline di luar negeri belum diperkenankan, maka strategi yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf adalah promosi secara online.

“Dari sisi promosi, saat ini kan perbatasan belum dibuka. Maka, kami mempromosikannya secara online melalui kantor-kantor perwakilan pariwisata kita di luar negeri yang kita sebut dengan VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) yang berada di 72 negara. Nah, itulah yang kita pakai untuk perpanjangan tangan promosi kita untuk Sirkuit Mandalika MotoGP ini,” kata Taufik pada acara Perjalanan Wisata Pengenalan Forum Komunikasi di Lombok 7-9 Desember 2020.

Jika situasi sudah kembali normal, perjalanan wisata telah kembali dibuka, Taufik menegaskan promosi secara offline seperti pameran atau distribusi brosur bisa dilakukan. Sejauh ini, meski promosi dilakukan secara online namun respon positif tetap ditunjukkan oleh wisatawan dalam dan luar negeri. “Responnya sangat positif tak hanya di luar tapi juga di dalam negeri. Mereka berharap bisa melihat momen yang sangat berharga sekali ini, di mana MotoGP ini disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Itu pastinya akan membuat image Indonesia, khususnya di Lombok ini akan semakin naik terus,” tegas dia.

Taufik melanjutkan, pemerintah sejauh ini cukup serius mendukung Mandalika sebagai sirkuit yang akan dijadikan tuan rumah penyelenggaraan MotoGP 2021. “NTB sudah jadi destinasi super prioritas. Kami akan tetap membantu promosinya. Kita promosi online,” ujarnya. Sementara itu, Taufik memaparkan target pergerakan wisatawan terpaksa ditinjau ulang mengingat pandemi COVID-19 mengubah segalanya. Lantaran situasi yang tak normal, maka target 370 juta pergerakan direvisi menjadi sekitar 120 juta sampai 140 juta pergerakan.

“Targetnya kita re-schedule karena situasinya tidak normal. Saat ini yang penting adalah pergerakan. Ada pergerakan saja itu sudah baik. Kita fokusnya ke domestik dulu. 370 juta pergerakan sebetulnya kami ditarget dalam situasi normal. Situasinya sekarang seperti ini, kami targetkan sekitar 120 juta sampai 140 juta. Jadi, satu orang wisatawan domestik bisa melakukan pergerakan berkali-kali, beda dengan wisatawan asing,” ujar Taufik.

Tahun depan, Taufik melanjutkan, promosi juga akan terus dilakukan. Menurut Taufik, dari dana sekitar Rp90 miliar di regionalnya, hampir separuhnya dialokasikan untuk promosi Sirkuit Mandalika MotoGP. “Rp90 miliar itu kan di regional kami untuk dalam dan luar negeri. Sekitar 30 persen dialokasikan untuk promosi dalam negeri. Hanya saja karena Lombok, khususnya Mandalika ini jadi destinasi super prioritas, tentu akan ada perbedaan dari segi anggaran promosi dibandingkan destinasi lainnya,” jelas Taufik.

Di sisi lain, Taufik terus mengingatkan pentingnya kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan di era adaptasi baru atau new normal saat ini. Tujuannya, kata dia, jangan sampai destinasi wisata menjafi cluster baru COVID-19. “Maka tetap harus disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Jangan sampai destinasi wisata menjadi cluster baru COVID-19 yang kita sudah tahu akibatnya itu terhadap perekonomian kita, khususnya pariwsata dan ekonomi kreatif,” ingatnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Taufik menjelaskan jika destinasi wisata telah diwajibkan menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainable) yang menjadi kebutuhan baru wisatawan di destinasi wisata. “Kita tahu bahwa pandemi ini betul-betul membuat pariwisata kita terdampak karena tak ada pergerakan dan perjalanan wisata. Padahal DNA pariwisata itu adalah pergerakan dan perjalanan,” katanya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.