Lovina Festival 2019, Berbagai Atraksi Budaya Bakal Bikin Betah Wisatawan

oleh -375 views

BULELENG – Lovina Festival 2019 yang digelar di Pantai Lovina dibuka Jumat (27/9) ini. Acara yang dipusatkan di Pantai Binaria, Lovina, Desa Kalibukbuk ini mengusung tema “cultivating The Eternal Peace”. Selama empat hari digelar, 27-30 September 2019, para wisatawan akan dimanjakan dengan sejumlah atraksi tradisional.

Kepala Dinas Pariwisata Nyoman Sutrisna dalam siaran pers nya mengungkapkan, event ini rutin dilaksanakan untuk menarik destinasi wisatawan datang ke Bali Utara. Menurutnya, lagkah ini diklaim terbukti ampuh untuk mendongkrak kunjungan wisatawan khususnya ke Lovina. ”Ada dua strategi yang kami siapkan, yakni Sport Tourism dan Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE),” kata Sutrisna.

Lanjutnya, Sport Turism dan MICE, merupakan dua strategi yang disiapkan Dispar Buleleng untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali khususnya Buleleng. ”Di dalam pariwisata Sport Tourism dan MICE ini, tentu kami tidak meninggalkan visi misi Gubernur Bali dan Kementrian Pariwisata, yaitu seni budaya berdasarkan konsep Tri Hita Karana,” jelasnya.

Strategi kreatif ini tidak hanya dapat meningkatkan kunjungan wisata, tapi juga membuat wisatawan lebih lama menginap.”Kami mencoba strategi ini melalui kerja sama dengan masyarakat dan PHRI dalam melakukan home stay,” terangnya.

Ditambahkan Sutrisna, sesuai tema Lovfest yakni ‘Cultivating Enternal Peace’ dalam artian merajut kedamaian ini, panitia menyajikan berbagai kegiatan, mulai dari Wonderful Sail 2 Indonesia 2019, Kuliner Nongkrong di pantai, pertunjukan seni budaya, hiburan rakyat, Lovina Glow Run, Color Run, open water swimming tournament dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

”Seperti, pelatihan pemandu wisata alam khususnya wisata alam selam dan diving, gemar makan ikan, gemar makan buah, photo hunt & contest serta pameran UMKM & usaha kuliner, atraksi yang dilakukan tetap, sapi gerumbungan, megangsing dan mekorot,” pungkasnya.

Sementara itu puluhan kapal yacht rombongan Wonderfull Sail to Indonesia pun sudah bersandar di laut Lovina. Di antara mereka ada yang dari Australia, Inggris, Singapura, Canada, AS, Irlandia, dan lain-lain. Mereka mulai bersandar di Buleleng sejak Rabu (25/9) sampai Senin (30/9) mendatang. “Berbagai atraksi kesenian dan budaya telah kami siapkan untuk menghibur mereka selama di sini,” kata Sutrisna.

Yang terbaru tahun ini, tambah Sutrisna, yakni kejuaraan open swimming di Laut Lovina seBali. “Ini pertama kalinya dilaksanakan di Buleleng dan juga dalam Lofest. Kami juga sambut baik karena sejalan dengan program pengembangan sport tourism dan MICE tourism,” imbuh Sutrisna.

Sementara itu Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Asep Djembar Muhammad mengatakan Lovina Festival yang telah berlangsung kali ke delapan ini telah banyak membawa kemajuan bagi pariwisata Buleleng. Karena itu festival ini harus dijaga dan dikemas agar lebih menarik lagi.

“Pantai Lovina ini merupakan pantai yang menarik dan kebersihannya cukup terjaga. Keindahannya juga menarik banyak wisatawan manca negara. Tak heran bila pantai ini menjadi salah satu tempat favorit bersandar para yachter manca negara,” kata Asep. “Termasuk banyaknya lumba-lumba yang bisa dilihat,” tambahnya.

Menurut Asep, Bali adalah daerah yang paling banyak mendongkrak pariwisata Indonesia, yakni menyumbang sekitar 40 persen dari kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Salah satunya dari Buleleng. “Tahun lalu kunjungan wisman ke Buleleng lebih dari satu juta. Artinya Buleleng berperan signifikannuntuk kunjungan wisman ke Bali,” kata Asep.

Dikatakan Asep peran serta masyarakat di Buleleng juga harus terus ditingkatkan. Termasuk turut aktif menyukseskan acara Lovina Festival ini. “Masyarakat jangan kendur, harus terus dijaga acara yang sudah menjadi kalender tahunan ini. Kesadaran dalam menyambut wisman, kesadaran melestarikan lingkungan, kesadaran untuk lebih berperan lagi harus terus meningkat. Sehingga investasi akan masuk dan tentu ini akan menambah PAD Buleleng sebagai kabupaten,” kata Asep.

Secara terpisah Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyambut baik padatnya acara Lovina Festival 2019 untuk menyambut peserta Wonderfull Sail to Indonesia yang datang dari berbagai negara.

“Kegiatan ini bagus sekali untuk membuat wisatawan mancanegara betah berlama-lama di sini. Kalau mereka betah dan membelanjakan uangnya di sini, yang untungkan warga sekitar juga. Jadi roda perekonomian bergerak dan UMKM bisa berkembang,” kata Rizki Handayani.

Dikatakan Rizki Handayani, Lovina Festival merupakan acara dengan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki Buleleng dalam berbagai bidang, termasuk memberdayakan masyarakat sebagai penyangga kawasan Lovina. 

Sementara itu Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut potensi Pulau Dewata ini masih sangat besar untuk diberdayakan di sektor yang akan menjadi masa depan Indonesia, yaitu pariwisata.  “Jangan khawatir, pariwisata adalah sektor yang paling sustainable,” ujar Arief.

Tidak seperti minyak dan gas bumi, yang ketika dieksplorasi lama-lama akan habis, pariwisata pendekatannya dengan pelestarian. Karena itu, prinsipnya, semakin dilestarikan semakin menyejahterakan.(***)