Mengenal Lebih Dekat Kopi Toraja yang Digemari di Luar Negeri

oleh -379 views

MAKALE – Siapa yang berani membantah kenikmatan kopi Toraja? Dengan rasa yang nikmat dan khas, kopi Toraja mampu menembus pasar Eropa. Tak heran jika Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, menjadikan puncak perayaan Pesona Kemilau Toraja 2019 sebagai momentum untuk mengangkat kopi Toraja.

Puncak perayaan Pesona Kemilau Toraja 2019 digelar Sabtu 28 Desember 2019 di Plaza Kolam Makale, Tana Toraja. Di sela-sela acara, Bupati Nicodemus mengajak seluruh undangan mengangkat gelas berisi kopi untuk diminum bersama.

“Saya bangga karena Toraja memiliki banyak kekayaan. Salah satunya kopi yang nikmat ini. Untuk itu, saya mengajak semua yang hadir untuk berdiri dan meminum kopi Toraja bersama-sama,” ajak Nicodemus.

Dalam satu komando, seluruh undangan menikmati kopi Toraja. Tepatnya, Kopi Arabica Toraya Maelo yang diproduksi Dinas Pertanian Tana Toraja. Lantas seperti apa sih kopi Toraja?

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh Ricky Fauziyani, mengatakan kopi Toraja memiliki ciri khas yang samgat dikenal di kalangan barista.

“Ciri kopi Toraja adalah tebal. Tapi tingkat keasamannya rendah. Namun, yang membuat kopi Toraja menjadi favorit di negara lian, khususnya Eropa, adalah rasanya. Ada yang menyebut rasanya dominan cokelat dan ada aroma rempah yang wangi,” papar Ricky.

Untuk mendapat rasa yang maksimal, biasanya kopi Toraja harus melewati proses pulping menggunakan metode semi washed. Atau, metode giling basah (wet hull).

Keunggulan kopi Toraja adalah kenikmatannya tidak berubah meski diseduh dengan metode apapun. Baik dengan cara tubruk atau espresso. Maupun dengan cara pour over.

Ada dua jenis kopi yang ditanam di Toraja, yaitu arabika dan robusta. Jenis arabika kebanyakan dijual sebagai green bean, sedangkan robusta diolah sebagai bahan kopi instan dan oleh-oleh khas.

“Green bean dari Sulawesi Selatan ini sudah menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia. Khususnya ke Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat,” tegas Ricky.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani, mengatakan kopi Toraja kerap disertakan Kemenparekraf dalam sejumlah kegiatan di luar negeri.

“Dalam banyak kesempatan di luar negeri seperti sales mission atau pameran pariwisata, Kemenparekraf sering sekali membawa kopi Toraja. Kita berikan secara gratis ke pengunjung stand Wonderful Indonesia. Dan respons penduduk lokal sana sungguh luar biasa. Oleh karena itu, kita memiliki diplomasi kopi sebagai strategi mempromosikan Indonesia dalam berbagai aspek,” tuturnya.(*)