Pariwisata dan UMKM Tidak Bisa Dipisahkan

oleh -1.936 views

KAHYANGAN.NET– Pariwisata dan UMKM tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling menunjang satu sama lain. Hal ini diungkapkan Sekretaris Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring dalam Rakornas Pariwisata III/2018 Kementerian Pariwisata, di Jakarta, 26-27 September 2018.

“Bila satu destinasi wisata di daerah mengalami peningkatan kualitas, maka kinerja koperasi dan UMKM yang ada di sana akan ikut meningkat,” kata Meliadi, Rabu (26/9).

Menurutnya, kalau kedua sektor itu meningkat, maka rasio kewirausahaan juga akan ikut terkerek naik. Dampaknya, kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan akan menurun dengan signifikan.

“Pariwisata harus mendapat dukungan penuh. Kami terus mendorong pelaku UMKM berperan besar dalam pengembangan sektor pariwisata di Indonesia,” kata Meliadi.

Langkah kongkretnya, Kemenkop UKM dan Kemenpar menandatangani memorandum of understanding (MoU). Tujuannya mengembangkan destinasi wisata dan meningkatkan kualitas seluruh pelaku usaha di sektor pariwisata.

Ada tiga poin utama dalam MoU tersebut. Di antaranya, mendorong akses pemasaran dan pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata, meningkatkan kapasitas usaha dan pelaku usaha KUMKM sektor pariwisata.

“Akses pemasaran, kita memiliki Gedung Smesco Indonesia yang menjual produk unggulan seluruh provinsi di Indonesia. Untuk akses pembiayaan, kita memiliki KUR dengan bunga murah 7%. KUR khusus pariwisata, KUR Mikro, dana bergulir dari LPDB KUMKM,” papar Meliadi.

Dengan begitu, devisa negara yang dihasilkan dari sektor pariwisata akan menetes ke bawah. Dinikmati oleh seluruh pelaku usaha koperasi dan UMKM yang bergerak di sektor pariwisata.

“Ada travel agent, guide, toko souvenir, dan sebagainya. Termasuk usaha penginapan seperti homestay,” kata Meliadi. Meliadi juga menyebut, homestay di wilayah destinasi wisata di Indonesia akan turut terangkat kinerja usahanya.

“Tidak semua turis asing menginap di hotel berbintang. Tidak sedikit juga yang ingin tinggal di homestay sambil menikmati langsung budaya lokal setempat. Ini peluang besar bagi pelaku KUMKM,” pungkas Meliadi.

Menpar Arief Yahya sendiri meminta pelaku UMKM di sektor pariwisata mendapat bantuan modal. Dia berjanji akan memfasilitasi para pedagang mendapatkan permodalan melalui KUR khusus pariwisata dari sejumlah bank BUMN.

“Skemanya nanti melalui KUR Pariwisata di bank-bank BUMN. Policy-nya sudah disiapkan Kemenko Perekonomian,” kata Menpar Arief Yahya.

Masyarakat bisa menjual berbagai produk UMKM. Hal ini sebagai bentuk tanggungjawab sosial terhadap warga sekitar khususnya. Karenanya, ia pun mengajak masyarakat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan agar para investor serta para wisatawan tidak ragu datang.

“Itu alasan kita akan upayakan membantu para pedagang untuk mendapatkan bantuan modal. Saya berharap pelaku UMKM ini dapat menciptakan kondisi yang dapat menarik wisatawan datang,” pungkas menteri yang membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryOfTourism2018 se Asia Pacific di Bangkok, 20 September 2018.