Produk Kriya Lombok Makin Mendunia, Dorongan Kualitas Diberikan PSDM Ekraf

oleh -57 views

LOMBOK BARAT – Produk kriya untuk ukiran kayu dan batu milik Lombok Barat dijamin semakin mendunia. Sebab, sentuhan kualitas dan inovasi terus diberikan Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Kreatif (PSDM Ekraf). Apalagi, PSDM Ekraf kini menggulirkan program Bimbingan Teknis (Bimtek) Sub Sektor Kriya (Ukiran Kayu dan Batu), Kamis (27/5).

“Potensi seni kriya di Lombok Barat sangat luar biasa. Daya tarik kuat untuk pariwisata. Pangsa pasar mereka juga sangat besar. Tapi, penyesuaian tetap harus diberikan karena jaman dan pasar berkembang. Untuk itu, inovasi kami berikan sesuai dengan selera pasar terutama mancanegara,” ungkap Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya, Kamis (27/5).

Program Bimtek Sub Sektor Kriya (Ukiran Kayu dan Batu) digulirkan di Dusun Krandangan, Senggigi, Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pesertanya adalah pelaku ekraf dari Dusun Krandangan dengan jumlah sekitar 100 orang. Bergabung juga Kadispar Lombok Barat Saeful Akhkam, Koordinator Edukasi II Direktorat PSDM Ekraf Jemmy Alexander, dan Camat Batu Layar Afgan Kusumanegara. Ada juga Kepala Desa Krandangan Muhammad Ramli hingga Koordinator Pelaku Ekonomi Kreatif Batulayar Oka Jelantik.

“Kami berharap produk Kriya di Lombok Barat tetap mendunia. Penetrasi pasarnya dimancanegara tetap kuat dan bertambah lebar. Persaingannya memang keras, tapi kami optimistis bisa terus memenangkannya. Untuk itu, penguatan SDM diberikan agar karya baru inovatif terus dilahirkan,” papar Direktur Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti.

Digelar sehari, inspirasi bagi pelaku ekonomi kreatif Lombok Barat dibwrikan oleh Donna Angelina Sugiarto dan Dian Suri Handayani. Digelar sehari, program bimtek diawali dengan SWAB Antigen. Untuk menekan potensi infeksi Covid-19, protokol kesehatan memang diberlakukan sangat ketat. Berikutnya, registrasi dan opening ceremony. Opening ceremony-nya spesial karena menampilkan Tari Gandrung Sasak oleh Sanggar Dharmabakti.

“Perhatian khusus diberikan bagi subsektor Kriya. Perkembangan dan perubahan sangat cepat dan menuntut kesiapan pelaku ekonomi kreatif. Untuk itu, inovasi dan desain baru harus dihasilkan sesuai kebutuhan pasar. Melalui bimtek ini, semua kebutuhan itu dipenuhi,” papar Koordinator Edukasi II Direktorat PSDM Ekraf Jemmy Alexander.

Lebih lanjut, Kadispar Lombok Barat Saeful Akhkam mengatakan, sinergi besar harus dilakukan oleh seluruh stakeholder untuk memajukan pariwisata Lombok Barat dan turunannya. Apalagi, pariwisata Lombok Barat sedang berusaha bangkit di tengah pandemi Covid-19. Secara umum, produk pariwisata di Lombok Barat juga sudah sangat siap menyambut wisatawan dimasa transisi New Normal.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan besar Kemenparekraf. Sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder harus dilakukan. Kami optimistis bisa bangkit. Kami juga yakin bisa masuk pasar ekonomi kreatif melalui ukir kayu dan batu lebih kuat lagi. Kini SDM subsektor Kriya lebih baik dan siap menghasilkan berbagai karya inovatif. Sebab, kami sudah tahu keinginan terbaru dari pasar,” kata Saeful.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.