Pulihkan Sektor Pariwisata dan Ekraf, Kemenparekraf Dukung Pameran Jogja TITAF Expo 2020

oleh -93 views

YOGYAKARTA – Berbagai upaya terus dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya adalah dengan memberi dukungan pada kegiatan pameran “Jogja Tourism Investment Industry Trade Agriculture Marine-Fisheries & Forestry Expo 2020” atau Jogja TITAF Expo 2020. Acara yang diselenggarakan di Jogja City Mall ini bakal digelar selama empat hari mulai dari Rabu 25 Nopember 2020 hingga Minggu 29 Nopember 2020.

Koordinator Pemasaran 1 Regional 1 Kemenparekraf, Taufik Nurhidayat mengatakan, tak dapat dipungkiri pandemi COVID-19 menghantam berbagai lini sektor ekonomi, tak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif. “Dampak pandemi COVID-19 ini luar biasa. Bukan hanya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saja yang terpengaruh, melainkan merambat ke beberapa sektor lainnya seperti sektor transportasi, perdagangan maupun kesehatan,” terang Taufik, Selasa (24/11/2020).

Lebih lanjut Taufik Nurhidayat mengungkapkan, dalam rangka menggeliatkan kembali sektor ekonomi, termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif, pemerintah melakukan re-focusing penganggaran dan memberikan paket stimulus fiskal jilid 1 dan jilid 2 yang diharapkan yang mendukung sektor riil. “Secara umum prioritas utama pemerintah saat ini adalah dukungan untuk sektor kesehatan, penguatan jaring pengaman sosial  dan penyelamatan sektor dunia usaha,” ujar Taufik.

Jogja TITAF 2020, Taufik melanjutkan, merupakan kegiatan pameran yang bertujuan untuk turut mendukung pemerintah dalam pemulihan dunia usaha baik itu kelompok usaha mikro kecil, menengah, pariwisata, investasi dan industri kecil menengah.

Selain diikuti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kegiatan pameran ini akan diikuti oleh enam kementerian lain, Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Dewan Kerajinan Nasional Daerah, Lembaga Asosiasi dan Perhimpunan Pariwisata Ekonomi Kreatif, BUMN / BUMD dan pemerintah kota/abupaten se-Indonesia.

Pameran itu sendiri akan menampilkan berbagai produk seperti produk pariwisata dan destinasi wisata, produk hasil perdagangan dan perindustrian, produk pertanian, perkebunan dan hasil hutan, informasi peluang investasi, produk hasil perikanan dan kelautan, produk perhubungan dan transportasi, produk pelayanan jasa publik, sosialisasi program pemerintah dan hasil pembangunan dan industri kreatif.

Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk memberdayakan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam rangka menghadapi kebiasaan baru di era new normal masa pandemi COVID-19. 

“Dikarenakan sudah terlalu lamanya kondisi kita terpuruk akibat dampak pandemi COVID-19 ,maka sudah saatnya kita bangkit untuk meraih kesejahteraan kembali, momentum ini dapat kita gunakan dalam rangka pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut Jemadu berharap pameran ini dapat mempertemukan para investor dan pengusaha potensial, buyer trade dalam maupun dari luar, eksekutif profesional, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi sektor perdagangan dan investasi di Indonesia.(*)