Rafting di Baktiraja Seru Banget, Endingnya Danau Toba

oleh -774 views

BAKTIRAJA – Program live in di homestay Bakkara yang diikuti puluhan mahasiswa Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia, benar-benar jempolan. Semua peserta diajak rafting menaklukkan sungai deras. Semua diajak adventure. Berpetualang menaklukkan Sungai di Aek Silang, Baktiraja, Humbahas, hingga Danau Toba.

“Bagi yang suka tantangan adrenalin, Sungai di Aek Silang, Baktiraja, menjadi destinasi terbaik. Karakter jeramnya sangat menantang. Arusnya kuat dengan debit airnya stabil sepanjang tahun. Para rafter milenial Malaysia bisa datang setiap saat,” terang Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman, Jumat (26/7).

Ucapannya langsung disambut dengan ekspresi bahagia. Selama 2,5 jam, tak satupun mahasiswa Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia, yang mengeluh. Semua justru terlihat happy.

“Ini pengalaman baru buat saya. Luar biasa. Seronok (seru, Red) sekali,” tutur Mohammad Syafiq, mahasiswa Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia.

Izzatie, mahasiswa Malaysia lainnya juga sama. Dari paparannya, rafting sangat pas dengan selera pasar milenial Malaysia.

“Milenial Malaysia pasti suka tantangan seperti ini Rombongan kami yang menginap di homestay Sinambela semuanya happy. Sepanjang sungai kami bisa tertawa lepas. Terimakasih sudah mengundang kami untuk rafting di sini (Baktiraja, red),” tutur Izzatie.

Aktivitas raftingnya dijamin aman. Sebab, ada operator pendamping. Sebelum turun ke sungai, ada juga informasi penting yang disampaikan. Info ini diantaranya terkait karakter sungai beserta jeram-jeramnya.

“Pendampingnya sangat profesional. Kami sangat tenang meski sering tersangkut batu,” timpal Kalvin, peserta live in lainnya.

Yang paling menarik ada di ujung perjalanan. Endingnya Danau Toba. Inilah danau vulkanik terbesar di dunia. Luasnya 1.145 kilometer persegi. Dua kali lebih luas dari Singapura yang memiliki wilayah seluas 716 kilometer persegi.

“Inilah danau terbesar kedua di dunia, sekaligus danau vulkanik terbesar di dunia. Sensasi raftingnya pasti penuh warna karena endingnya adalah danau yang luasnya mengalahkan Singapura. Jadi, ada banyak sekali cerita yang bisa dibawa pulang ke Malaysia,” timpal Rode Ayu Wahyuningputri, Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kemenpar.

Pembimbing Inspire Travel and Tourism Learning Center Jakarta Krisanti Kurniawan juga terlihat sumringah. Maklum, program yang disetting bersama Kemenpar dan Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya mendapat respon positif dari milenial Malaysia.

“Yang senang dengan adventure jadi bisa merasakan sensasi arung jeram di Aek Silang dengan latar belakang pegunungan, persawahan, kebun bawang, dan finish di Danau Toba. Itu sangat luar biasa,” kata Krisanti.

Beragam kehebohan tadi ikut dikomentari Menpar Arief Yahya. Tine-nya sangat positif. Apalagi, settingannya mampu membuat milenial Malaysia terpana.

“Lokasi arung jeram ini sangat unik. Finish-nya di Danau Toba. Bukan di tengah sungai seperti di tempat lain. Jadi ini satu-satunya di dunia, arung jeram yang finish di sebuah danau,” kata Arief.

Ditambah lagi, Kecamatan Baktiraja sendiri berada di Lembah Bakkara. Kecamatan ini, diketahui sebagai tempat kelahiran dan basis pemerintahan Raja Sisingamangaraja.

“Experiencenya otomatis lengkap. Dengan bentang alam luar biasa, kawasan ini menjadi lokasi foto terbaik. Bila aktif di media sosial, maka kawasan ini akan menawarkan banyak konten terbaik. Destinasi inj juga ideal untuk milenial Malaysia,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.