Resmi Dilaunching Menpar, Festival Tanjung Lesung 2019 Tampilkan 12 Event

oleh -108 views

PANDEGLANG – Menteri Pariwisata Arief Yahya melaunching Festival Tanjung Lesung 2019, Jumat (27/9). Peluncuran dilakukan di Panimbang, Pandeglang, Banten. Event ini akan berlangsung hingga 29 September mendatang.

Festival Tanjung Lesung 2019 memiliki 12 event. Acaranya beragam. Ada seni dan budaya, adventure, sport tourism, expo, musik, workshop, lomba, dan edukasi. Namun, event yang paling ditunggu adalah Rhino MTB XC Marathon dan Rhino X Triathlon. Kegiatannya akan dilangsungkan di Tanjung Lesung Resort. Acara lainnya adalah Rhino Trip, Rhino Edutainment, Rhino Camp, dan Rhino Bazaar.

Festival Tanjung Lesung 2019 juga menawarkan Forum Bisnis Pariwisata, Lomba Layangan Peteng tradisional, dan Gelar Seni Budaya. Kontennya semakin lengkap dengan Lomba Photo/Video, Instameet, Musik dan Hiburan, hingga seni berbasis kearifan lokal.

“Festival Tanjung Lesung sangat menarik. Ada banyak konten berkualitas di sini. Event ini layak masuk Top 100 CoE Nasional. Aspek 3C-nya sangat kuat, seperti Creative Value, Commercial Value, hingga Commitment COE-nya. Wajar bila event ini langsung dibanjiri wisatawan,” ungkap Menpar, Jumat (27/9).

Pembukaan Festival Tanjung Lesung 2019 digelar Jumat pagi. Diisi dengan Tari Kolosal Kuda Leumpang. Sekilas tarian ini mirip Kuda Lumping. Hanya saja, Kuda Leumpang tidak menggunakan ilustrasi kuda sebagai tunggangannya. Sebagai gantinya, memakai kaki penarinya sebagai gambaran kuda.

“Misi besar dimiliki Festival Tanjung Lesung 2019. Ada banyak inspirasi di sini. Muaranya konservasi, termasuk seni dan budayanya. Selain alam beserta faunanya, Festival Tanjung Lesung tentu jadi media pelestarian seni dan budaya lokal,” terang Arief yang juga Menpar Terbaik ASEAN tersebut.

Penyelenggaraan Festival Tanjung Lesung 2019 memang unik. Sebab, pelaksanaannya digelar bersamaan dengan Hari Badak se-Dunia. Oleh karena itu, opening festival juga menggelar Launching Rhinocake dan Rhinomie.

Bupati Kabupaten Pandeglang Irna Narulita mengatakan, Festival Tanjung Lesung ideal sebagai media branding beragam produk wisata di Pandeglang.

“Penyelenggaraan festival tahun ini sangat meriah. Respons pengunjungnya positif. Yang jelas, festival ini sangat tepat untuk membranding beragam potensi wisata di sini. Rhinocake dan Rhinomie akan menjadi daya tarik lain destinasi Tanjung Lesung. Event tersebut akan memberi impact bagus bagi pemulihan destinasi,” jelas Irna.

Destinasi Prioritas Tanjung Lesung terus menggeliat pasca bencana tsunami, 22 Desember 2018. Aktivitas ekonominya juga terus membaik seiring kunjungan wisatawan.

Kadispar Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, Festival Tanjung Lesung otomatis jadi pemantik pergerakan ekonomi di kawasan Pandeglang.

“Festival Tanjung Lesung jadi salah satu motor yang mempercepat pergerakan ekonomi di sana. Kami optimistis pergerakan wisatawan akan terus membaik. Artinya, ada potensi membaiknya ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas ini juga akan menarik minat investor untuk terus mengembangkan bisnisnya di Tanjung Lesung dan sekitarnya,” kata Eneng.

Kawasan Tanjung Lesung menjelma menjadi kawasan ekonomi menjanjikan. Sebab, Tanjung Lesung juga berstatus KEK Pariwisata dengan luasan 1.500 Hektar. Kawasan ini membuka potensi investasi hingga puluhan triliun rupiah. Gambarannya, investasi pembangunan kawasan Rp4,2 Triliun dan pelaku usaha Rp70 Triliun. KEK Tanjung Lesung diperkirakan menyerap 85 Ribu orang tenaga kerja.

Kawasan tersebut saat ini sudah menyerap sekitar 1.358 orang tenaga kerja. Dengan potensi besarnya, KEK Tanjung Lesung berpotensi menyumbang income sekitar Rp16,5 Triliun terhadap perekonomian.

“Festival dan destinasi Tanjung Lesung selalu menarik untuk dieksplorasi. Ada nilai ekonomi besar di sana. Untuk itu, kami mengundang para investor untuk bergabung di sana,” tutup Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty.(****)