We Love Bali, Menelisik Sejarah Ribuan Kekelawar di Pura Goa Lawah

oleh -51 views

Keindahan objek wisata Bali pastinya tak lepas dari bangunan Pura yang terkesan artistik lengkap dengan ornamen patung di sekelilingnya. Adapun jumlah bangunan Pura di Bali terhitung hingga saat ini diperkirakan mencapai angka lebih dari 10.000 Pura yang terdiri dari 9 buah Kahyangan Jagat Bali, 714 buah Dang Kahyangan, 4.368 buah Kahyangan Tiga, dan beberapa pura lainnya.

Pura Goa Lawah Klungkung dikenal sebagai salah satu dari enam pura penting di Bali. Lima diantaranya adalah pura Lempuyang, pura Uluwatu, pura Andakasa, pura Batukaru, dan pura Seleyukti. Nama Goa Lawah terdiri dari kata goa dan lawah. Kata Lawah adalah bahasa Bali yang berarti kelelawar. Jadi pura Goa Lawah merupakan sebuah pura yang di dalam pura terdapat goa yang dihuni ribuan kelelawar.

Pura Goa Lawah memilki status sebagai Pura Khayangan Jagat. Pura Khayangan Jagat merupakan jenis pura jagat yang memiliki tujuan suci yaitu membina kerukunan di dunia. Seperti penjelasannya, pura ini merupakan jenis pura jagat yang pendiriannya dilakukan dengan tujuan untuk lokasi pemujaan Hyang Widhi Wasa dengan segala perwujudan-Nya.

Menurut penelitian para ahli, sejarah pura ini dibangun pada abad ke-11 atas gagasan dari Mpu Kuturan. Pura ini diperuntukan untuk tempat memuja Dewa Baruna / Dewa Laut.

Pura kahyangan jagat hanya memiliki sembilan pura dimana lokasinya sesuai dengan sembilan arah mata angin. Setiap pura ini merupakan tempat istana para dewa yang menjadi penjaga di sembilan arah mata angin tersebut. Hingga kini, Pura khayangan jagat juga menjadi tempat pemujaan secara umum dan tidak ada batasan bagi pengunjung untuk melakukan sembahyang di puranya.

Selasa (8/12) siang rombongan peserta Famtrip We Love Bali menyambangi Pura Goa Lowah untuk melakukan ibadah. Sebelum melakukan peribadatan rombongan ini diarahkan oleh petugas untuk mencuci tangan terlebih dahulu pada tempat yang telah disediakan. Ini adalah salah satu bentuk penerapan protokol kesehatan yang berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment). Setelah mencuci tangan, barulan peserta rombongan We Love Bali langsung mengenakan pakaian khusus seperti sarung dan selendang yang diikatkan di pinggang. Atribut tersebut telah disediakan oleh pihak pengelola Pura Goa Lawah.

Bagi Anda yang penganut agama Non Hindu, patuhilah peraturan yang berlaku seperti; dilarang menaiki tangga yang ada pada tempat pemujaan, tidak berjalan di depan orang yang sedang sembahyang, dilarang merokok di dalam area pura, serta bagi wanita yang sedang datang bulan, dilarang keras untuk memasuki area pura. Di samping itu juga dilarang keras membuang sampah sembarangan di area Pura Goa Lawah.