We Love Bali, Penerapan Protokol Kesehatan di Pura Batukau

oleh -58 views

BALI – Usaha pariwisata di masa pandemi Covid-19 sekarang ini dibutuhkan kesadaran akan protokol kesehatan. TCEC beserta pemerintah daerah Bali melalui Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Bali menjalankan program We Love Bali yang didukung dan dibiayai penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).

Pura Luhur Batukau yang merupakan objek wisata religi yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat Hindu di Bali untuk melakukan prosesi sembahyang saat ini sudah menerapkan protokol kesehatan.

Jero Gede kebayan Mangku Gede Luhur Batukau saat ditemui Senin (7/12) mengatakan, “Selaras dengan program Kemenparekraf “We Love Bali”, Kami menyarankan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai CHSE. Karena tujuan dari protokol kesehatan ini untuk kebaikan kita semua. Pengelola sudah berupaya semaksimal mungkin untuk pelaksanaan protokol kesehatan di Pure Luhur Batukau. Kami juga telah menyiapkan tempat cuci tangan dan pengecekan suhu sebelum masuk ke area pure.”

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event Kemenparekraf, Rizki Handayani sebelumnya juga menjelaskan, “Program We Love Bali selain mengundang masyarakat untuk berlibur dan menikmati daya tarik wisata Bali, kita sekaligus memperkenalkan dan mengedukasi penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE yaitu cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment friendly (ramah lingkungan).”

Pura Luhur Batukau berlokasi di bagian barat Pulau Bali di lereng selatan Gunung Batukau di desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Pura Luhur Batukau merupakan tempat pemujaan Tuhan sebagai Ratu Hyang Tumuwuh yang berarti adalah Tuhan sebagai yang menumbuhkan. Berjarak sekitar 46 km dari kota Denpasar.

Menurut sejarah Pura Luhur Batukau didirikan oleh seorang Mpu yang datang dari Pulau Jawa yaitu Mpu Kuturan pada abad ke-11. Pura ini sering digunakan meditasi untuk memperoleh kedamaian jiwa dan untuk mencapai keseimbangan hidup dengan cara menjaga keseimbangan rohani, laut, hutan, danau, bumi dan individu. Pura Luhur Batukau juga sebagai Pura Padma Bhuwana yakni sembilan pura yang terdapat di sembilan penjuru Pulau Bali.

Di lokasi pura ini pengunjung akan menemui beberapa artefak kuno berupa Menhir dan Palinggih Kampuh (batu berukir atau berbentuk). Artefak-artefak tersebut banyak tersebar di halaman depan Pura Luhur Batukau ini. Bangunan menhir dan patung-patung banyak ditemui karena pada zaman megalitikum, segala bidang kehidupan dalam masyarakat berpusat pada penghormatan dan pemujaan kepada arwah nenek moyang.

Sebagai objek wisata religi, wisatawan yang berkunjung ke Pura Luhur Batukau harus menggunakan pakaian yang sopan agar kesucian pura tetap terjaga. (*)