Bolmong Gelar Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan IPDMIP

oleh -24,159 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

KAHYANGAN.NET//SULAWESI UTARA – Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan kesuburan lahan proyek Integrated Participatory Development And Management of Irigation Project (IPDMIP), dilakukan secara serentak oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian di beberapa lokasi IPDMIP. Salah satunya di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan dukungannya untuk kegiatan ini.

“Kegiatan Bimtek ini akan berdampak baik untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Dan ini mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan,” tuturnya, Sabtu (15/08/2020).

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi, mengatakan pelatihan akan mendorong pencapaian tujuan pembangunan pertanian.

“Pembangunan pertanian itu antara lain menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan ekspor pertanian, melalui peningkatan produktivitas, kualitas, kontinuitas komoditas pertanian,” katanya.

Ditambahkan Dedi, Bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan produktivitas.

“Dampaknya ada pada peningkatan produktivitas pertanian. Dan agar petani mampu meningkatkan produksi 7-13%,” tuturnya,

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Leli Nuryati, menekankan bahwa proyek IPDMIP harus memberikan dukungan nyata terhadap kostratani sebagai salah satu program utama Kementerian Pertanian.

Bimbingan Teknis pengelolaan kesuburan lokasi proyek IPDMIP di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), digelar Kamis (13/8/2020), dan dibuka Kepala Dinas Pertanian Bolaang Mongondow, Remon Ratu, yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Kamaruddin Mallah.

Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat mendorong meningkatnya hasil Produksi pertanian terutama tanaman padi, jagung dan kedele khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Tentunya peran penyuluh sangat diharapkan dalam menyampaikan informasi dan teknologi melalui pengawalan dan pendampingan. Selanjutnya beliau menambahkan bahwa tugas penyuluh bukan hanya sekedar memenuhi tugasnya sebagai Penyuluh akan tetapi harus langsung berbaur dan menerapkan hasil Bimtek ini dengan para petani agar tercapai apa diprogramkan Kementerian Pertanian yaitu Kostratani yang tujuannya agar pertanian lebih maju, lebih mandiri dan di kelola lebih modern,” tuturnya.

Dalam arahannya Kepala Dinas Pertanian menyampaikan target utamanya adalah memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan.

Kegiatan Bimtek ini yang dilaksanakan di Balai Pertemuan BPP Lolak di desa Lalow Kecamatan Lolak. Bimtek ini diikuti oleh 13 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di antaranya BPP Lolak, BPP Dumoga Barat, BPP Dumoga Utara, BPP Dumoga Tengah, BPP Dumoga, BPP Dumoga Tenggara, BPP Dumoga Timur, BPP Lolayan, BPP Bolaang, BPP Bolaang Timur, BPP Poigar, BPP Poigar, BPP Sang Tombolang dan BPP Pasi Barat, selain itu juga hadiri oleh perwakilan Penyuluh Swadaya, Penyuluh Provinsi Sulawesi Utara, Konsultan On Griting, Konsultan Kabupaten Regional 6, Camat Kecamatan Lolak, Kepala Desa Lolak serta Babinsa Desa Lalow.

Untuk meningkatkan produksi hasil pertanian disemua lahan pertanian Para Penyuluh harus dapat mengetahui tentang tingkat kesuburan tanah. Dalam Bimbingan teknik kali ini para peserta langsung melakukan praktek contoh tanah cara mengukur tingkat kesuburan tanah, dengan menggunakan alat pengukur yang sudah disiapkan

Selain itu tujuan dari Bimtek tersebut agar para penyuluh pertanian dapat mengukur dan mengetahui tentang kesuburan tanah yang akan dijadikan sebagai lahan pertanian. Selain itu, para peserta Bimtek ini juga diharapkan nantinya dapat mengukur berapa banyak pupuk yang akan digunakan pada lahan yang dijadikan sebagai lokasi tanam.

“Pupuk merupakan sarana penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Rekomendasi pemupukan sampai saat ini masih bersifat umum dan tidak rasional. Sehingga hal ini perlu diketahui dan diterapkan oleh para penyuluh di tingkat lapangan atau pada kelompok tani,” ujarnya.

Pentingnya analisis dan identifikasi terhadap kesuburan tanah dan status hara tanah untuk mengetahui kesuburan dan status hara tanah, dapat ditetapkan dosis pupuk dan kapur serta dapat membantu perencanaan pembiayaan pemupukan.(NS/EZ)

No More Posts Available.

No more pages to load.