PARIAMAN – Antisipasi penyakit pada ternak ayam dilakukan Kota Pariaman. Melalui UPT BPPP, sejumlah ternak ayam di Kota Pariaman disuntik vaksinasi. Dengan cara ini, ketersediaan daging unggas ayam di pasaran diharapkan bisa terjaga.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memberikan apresiasi untuk kegiatan tersebut.
“Pemberian vaksinasi pada ayam ternak ini sangat penting. Sebab, vaksinasi merupakan pemberian kekebalan pada ternak ayam, terhadap serangan penyakit tertentu,” katanya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap kegiatan ini bisa rutin diadakan dan penyuluh berperan dalam meyakinkan peternak tentang pentingnya vaksinasi unggas.
” BPPP perlu secara rutin memberikan dukungan kegiatan vaksinasi pada ternak unggas. Penyuluh berperan dalam meyakinkan peternak tentang pentingnya vaksinasi ternak unggas karena tujuannya untuk menjaga produktivitas ternak ayam dan tersedianya daging unggas yg sehat. Dengan demikian peternak dapat memenuhi permintaan pasar,” katanya.
Sebelum anak ayam KUB diserahkan kepada peternak, UPT BPPP Kota Pariaman melakukan kegiatan vaksinasi kepada anakan ayam KUB yang berusia 3 sampai 4 hari, yaitu melalui program tetes mata.
“Kita harus memastikan dulu bahwa ayam yang diserahkan kepada masyarakat itu dalam kondisi sehat dan tidak terkena virus, untuk itu kita lakukan vaksinasi ini. Setelah menetas, diusia 3 atau 4 hari langsung kita vaksin, baru diserahkan kepada peternak,” ungkap Kepala UPT BPPP Kota Pariaman, Mulyadi.
Ditambahkan Mulyadi, ayam umur muda sangat rentan terkena serangan virus ini.
Vaksin yang diberikan pada ternak ayam KUB diantaranya adalah vaksin ND untuk mencegah terjadinya serangan penyakit ND pada ternak ayam.
Penyakit ND merupakan penyakit yang disebabkan oleh New Castle Disease Virus, bersifat sangat menular dengan tingkat kematian yang tinggi berkisar 50-100%.
Di Indonesia penyakit ini biasa dikenal dengan nama Tetelo. Penyakit ini memiliki gejala berupa hidung tersumbat dan mata berair, mengorok, sayap terkulai, kaki diseret, dan kepala terpelintir.(PF/EZ)





