Hidroponik READSI Kementan di Kolaka Utara Solusi Ekonomi Pandemi Covid-19

oleh -41,019 views

KOLAKA UTARA – Kegiatan pertanian bisa dilakukan dimanapun. Lahan sempit masih bisa dioptimalkan hingga mendatangkan value ekonomi tinggi. Apalagi, formulasi terbaik sudah disiapkan Kementan melalui program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI). Jangkauannya juga luas berada di 6 provinsi, 18 kabupaten/kota, dan 342 desa. Melalui READSI, Kementan menggulirkan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT).

“Pandemi Covid-19 tetap bisa diisi dengan aktivitas produktif melalui P2L. Apalagi, teknologinya memang ada dan P2L diperkuat READSI. Dengan sentuhan inovasi teknologi, lahan sempit pekarangan bisa mendatangkan value ekonomi besar. Bisa memberi keuntungan finansial,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Lahan pekarangan memiliki banyak fungsi strategis, khususnya secara ekonomi. Sebab, pekarangan dimanfaatkan untuk mendukung katahanan pangan lokal bahkan nasional. Dari pekarangan juga bisa dihasilkan gizi dan nutrisi terbaik bagi keluarga. Optimalisasinya semakin menarik karena melibatkan KWT dengan sistematika kerja melalui klaster-klaster.

“Pertanian tetap menjadi jawaban ideal menghadapi pandemi Covid-19. Protokol kesehatan jugabbisa dijalankan secara efektif karena bertani di lahan pekarangan sendiri. Artinya, akses ekonomi dan kesehatan keluarga tetap terjamin. Nantinya dukungan akan diberikan Kementan. Sebab, kami punya teknologinya yang didukung READSI,” terang SYL lagi.

Optimalisasi lahan pekarangan bisa didorong melalui media hidroponik. Selain bisa ditetapkan pada lahan sempit pekarangan, hidroponik memang memiliki banyak keuntungan. Sebut saja, tanaman bebas hama, hasilnya lebih banyak, tanaman bisa dipanen kapan saja, dan bebas pestisida. Adapun komoditi yang dikembangkannya diantaranya budidaya sayuran.

Komposisi sayuran yang bisa dibudidayakan diantaranya, sawi, kobis, bayam, kangkung, selada, tomat, cabai, timun, kacang, dan lain-lain. Hidroponik juga bisa menjadi media budidaya bunga, buah, hingga tanaman herba. Untuk buah seperti pisang dan tembukai, lalu bunga ada Orchid, mawar, marigold hingga lainnya. Untuk tanaman herba diantaranya parsley, mint, basil, chives, dan lainnya.

“Pekarangan bisa dimanfaatkan dan produktif. Melalui READSI, pekarangan akan semakin optimal. Pekarangan bisa dibudidayakan sayuran dengan media hidroponik. Media hidroponik paling ideal untuk mensiasati bertani dengan luas lahan sempit,” jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Lebih lanjut, selama pandemi Covid-19 ini banyak orang yang berdiam diri di rumah. Dengan mengitimalkan lahan pekarangan pada akhirnya menciptakan aktifitas positif yang dilakukan di sekitar rumah. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para ibu di rumah adalah dengan melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan.

Jauh sebelum pandemi, wanita tani pedesaan sebenarnya sudah cukup lama dikenal memiliki peran penting sebagai salah satu tonggak penghasil pangan, mereka terlibat dalam semua tahapan kegiatan, mulai dari pengolahan tanah sampai dengan pemasaran hasil. “P2L dengan akseletasi menjadi jawaban terbaik dari pandemi Covid-19,” tegas Dedi lagi.

Salah satu wilayah yang menerapkan konsep P2L adalah Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Kegiatan P2L dilakukan oleh KWT Anggrek yang berada di Lawadia, Tiwi, Kolaka Utara. Didorong oleh READSI Kementan, program P2L menjadi semakin penting. Hal ini sebagai upaya menunjang penghasilan keluarga serta dapat meningkatkan ketersediaan, aksesbilitas dan pemanfaatan pangan yang berkelanjutan.

Berbekal bantuan benih dari program READSI, mereka menanam sayuran berupa kangkung, bayam, sawi, seledri, terong, dan cabai. Selain sayuran, mereka juga menanam buah-buahan dan rempah seperti jahe dan lengkuas. “Dengan memanfaatkan pekarangan yang terbatas, dapat terasa sekali manfaatnya. Karena bisa memenuhi kebutuhan sayur sendiri, rempah, dan buah jadi bisa menghemat hingga mengurangi pergi ke pasar,” Jelas Ketua Poktan Hartati.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.