Pelatihan Pertanian Naikkan Tone READSI Kementan

oleh -43 views

JAKARTA – Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (READSI) menjadi lokomotif bagi peningkatan produktivitas pertanian. Katalis besar atas tercapainya ketahanan pangan lokal sekaligus nasional. Sebab, READSI Kementan menjadi pendorong banyak program unggulan. Ada Kostratani, petani milenial, P4S, kelompok tani, dan program unggulan strategis lainnya.

“Program READSI harus bisa dioptimalkan oleh petani-petani di daerah. Posisinya sangat strategis sebagai pendorong peningkatan pertanian melalui ketersediaan kompetensi SDM unggul. Untuk itu, program-program READSI yang mengarah kepada peningkatan kompetensi harus diikuti para penyuluh dan pendamping,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Posisi strategis dan potensi READSI Kementan terpotret dalam Penguatan Kegiatan Pusat Pelatihan Pertanian digulirkan secara daring, 30 Juni hingga 2 Juli 2021. Program ini memiliki beberapa agenda utama, seperti Penyusunan Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Penyuluhan Pertanian. Adanya Persiapan Sertifikasi bagi THL TBPP yang belum lulus P3K, lalu Sosialisasi Peningkatan Inovasi dan Layanan Pelatihan Pertanian, hingga Koordinasi Internal READSI.

Mendorong kompetensi SDM, pembanguna. pertanian memiliki beberapa tujuan. Ada penyediaan jangan bagi 267 Juta penduduk Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani hingga meningkatkan ekspor. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menerangkan, READSI Kementan memberi impact positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani terutama pada zonasi implementasinya.

“Program READSI sangat tepat sebagai pendorong pertanian di daerah. Postur READSI besar, apalagi sumber anggarannya kuat. Dana READSI iti berasal dari Pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri. Implementasinya sudah 6 provinsi dan 18 kabupaten. READSI sejauh ini memberi pengaruh positif. Produktivitas dan kesejahteraan naik di daerah,” terang Dedi.

Mendorong perekonomian daerah melalui pertanian, READSI memiliki fungsi vital lainnya. Sebut saja, pemberdayaan rumah tangga petani di pedesaan baik secara individu maupun kelompok. Mereka didorong melalui peningkatan ketrampilan, rasa percaya diri, dan optimalisasi potensi dari sumber daya yang ada. Untuk itu, dukungan penuh diberikan READSI untuk Kostratani dan penumbuhan petani milenial hingga P4S. Poktan sebagai gadra tetdeoan juga dikuatkan dengan orientasi korporasi.

“Program READSI mendorong seluruh program utama Kementan. Keberhasilannya akan membawa manfaat secara luas bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Untuk itu, publikasikan seluruh kegiatan yang dilakukan. Harapannya, publik terinspirasi dan ikut mengembangkan pertanian,” kata Dedi.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.