200 Alsintan Dibagikan ke 200 Poktan di Enrekang

oleh -52 views

ENREKANG – Sebanyak 200 kelompok tani (Poktan) yang ada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan akan mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). Penyerahan sebanyak 200 unit Alsintan itu dilakukan di Lokasi Kawasan Industri Maiwa (KIWA), Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Minggu (13/12).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan saat ini, sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

“Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” ujar Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, apabila alsintan bisa dikelola dengan baik akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan.

“Poktan atau Gapoktan bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alsintan bantuan pemerintah,” kata Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, bantuan alsintan ke petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, petani yang menggunakan alsintan usaha taninya lebih efektif dan efisien.

“Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per ha. Sehingga, penggunaan alsintan 40 persen lebih efisien,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Enrekang, Addi menjelaskan Alsintan yang akan diserahkan berupa traktor dan mesin pompa air. Alat ini akan diberikan kepada kelompok tani yang berkompeten menerima dan tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Enrekang.

“Hari ini kita bagikan. Jadi sasarannya adalah kelompok tani yang sudah mengajukan proposal dan sudah diverifikasi atau diseleksi oleh pihak Kementan,” katanya dia

Terkait kelompok tani fiktif yang selama ini rumornya berkembang di masyarakat, menurut Kadis Pertanian itu tidak ada. Sebab Kelompok Tani yang ada di Kabupaten Enrekang secara otomatis terdaftar di Simultan.

“Jadi yang beredar diluar ada kelompok tani Fiktif itu tidak benar. Karena setiap kelompok yang terdaftar itu benar-benar melalui verifikasi dan betul-betul ditinjau,” tuturnya.

“Tidak sekadar nama saja tidak ada orangnya. Sebab di Simultan itu dapat dilihat secara rinci nama kelompok tani,asal dan nama serta jumlah anggotanya,” imbuhnya.