JAKARTA— Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia / Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Achmad Azran, menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Kamis, 12 Maret 2026.
Pria yang biasa disapa Bang Azran menilai penunjukan tersebut merupakan momentum penting untuk semakin memperkuat peran OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan di Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat kepada Ibu Friderica Widyasari Dewi atas amanah yang diberikan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Semoga dapat menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan komitmen kuat untuk memperkuat tata kelola sektor keuangan nasional,” ujar Achmad Azran.
Menurutnya, OJK memiliki peran strategis dalam memastikan industri jasa keuangan berjalan secara sehat, transparan, dan akuntabel. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus mendorong inovasi dan inklusi keuangan di tengah dinamika ekonomi global.
Achmad Azran juga menyampaikan harapannya agar OJK ke depan semakin memperhatikan perlindungan konsumen, penguatan literasi keuangan masyarakat, serta memastikan sektor keuangan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap OJK di bawah kepemimpinan Ibu Friderica dapat terus meningkatkan pengawasan yang berintegritas, memperkuat perlindungan masyarakat sebagai konsumen jasa keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, Achmad Azran juga menekankan pentingnya sinergi antara OJK, pemerintah, parlemen, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan sistem keuangan nasional tetap kuat, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Sinergi antar lembaga menjadi kunci agar sektor jasa keuangan Indonesia semakin tangguh, transparan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” tutup pria asli Betawi itu.





