Gropyokan, Cara Petani Musi Rawas Jaga Lahan IPDMIP

oleh -113 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

KAHYANGAN.NET//MUSI RAWAS – Untuk mendukung percepatan tanam di 7 lokasi IPDMIP, para petani dan penyuluh di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, melakukan gerakan gropyokan hama tikus. Salah satu tujuannya adalah untuk mengamankan produksi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan langkah yang diambil para penyuluh dan petani ini sebagai langkah antisipatif.

“Pertanian cukup rawan terhadap serangan hama, salah satunya adalah hama tikus. Hama ini bisa merusak tanaman dan membuat gagal panen. Oleh karena itu petani dan penyuluh harus mengantisipasinya, seperti yang dilakukan di Musi Rawas,” katanya, Sabtu (18/07/2020).

Semangat petani dan para penyuluh juga diapresiasi oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi.

“Pertanian tidak boleh berhenti. Teruslah menanam. Tapi perhatikan juga protokol pencegahan Covid-19, agar produksi panen bisa maksimal dan petani serta penyuluh tetap sehat,” imbau Dedi.

Kegiatan gropyokan tikus dilaksanakan di Desa L. Sidoharjo kecamatan Tugumulyo, dan langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan. Hadir pada acara tersebut, Kepala LPHP, Kepala UPT Perlindungan Tanaman, dan seluruh anggota kelompok tani.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas, Zuhri Syawal, kegiatan pengendalian hama tikus dilakukan untuk memberikan contoh kepada masyarakat tani agar mereka mempersiapkan diri menghadapi serangan hama.

“Tikus tidak kita bunuh semua tetapi kita kendalikan agar ekosistem alam terjaga. Pengendalian hama tikus dilakukan dengan kegiatan Gropyokan dan ini merupakan kearifan lokal yang harus kita jaga pula,” lanjutnya.

Zuhri Syawal menambahkan, untuk memenuhi penyediaan pangan menghadapi Musim Kemarau (MK) 2020 dan antisipasi dampak pandemi Covid-19, Kabupaten Musi Rawas harus melakukan percepatan tanam padi April-September (ASEP) 2020 dengan target tanam seluas 23.293 hektare.

Sementara penyuluh di Kabupaten Musi Rawas, Heriawan, yang juga menangani Project IPDMIP di Kabupaten Musi Rawas menyampaikan bahwa kegiatan Gropyokan ini dilakukan di lokasi persawahan yang dilalui oleh Daerah Irigasi (DI) yang menjadi target program IPDMIP yaitu program peningkatan kesejahteraan petani di sekitar daerah aliran sungai melalui tata kelola pengairan irigasi.

Ada 7 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Musi Rawas telah dijadwalkan untuk melakukan kegiatan Gropyokan tikus yaitu Tugu Mulyo; Sumber Harta; Purwodadi; Sungai Lakitan Ulu; Megangsakti; Tuah Negeri dan Muara Meliti. Sementara 7 kecamatan lainnya adalah tadah hujan.(SN/EZ)