Hadapi Musim Tanam II, Irigasi Dua Desa di Barito Timur Diperbaiki

oleh -66 views

JAKARTA – Peningkatan produktivitas menjadi salah satu target Kementerian Pertanian dalam musim tanam kedua di tahun ini. Sejumlah langkah pun ditempuh. Diantaranya dengan memperbaiki jaringan irigasi, seperti yang dilakukan di dua desa di Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, perbaikan jaringan irigasi adalah yang harus dilakukan. Sebab, ketersediaan air adalah faktor yang sangat penting dalam pertanian.

“Dalam musim tanam kedua di tahun ini, kita harus meningkatkan produktivitas agar bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Untuk itu, Kementerian Pertanian mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk memperbaiki aliran irigasi. Kita ingin memastikan setiap lahan bisa mendapatkan air agar percepatan tanam bisa dilakukan dan musim tanam II menjadi lebih maksimal,” tutur Mentan SYL, Selasa (09/06/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) juga telah menyentuh Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

“Kementerian Pertanian ingin peningkatan produktivitas pangan tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Oleh karena itu, program RJIT juga menghampiri daerah seperti Barito Timur. Di sini, ada dua desa yang mendapatkan bantuan RJIT,” tuturnya.

Dijelaskan Sarwo Edhy, RJIT di Kabupaten Barito Timur dilakukan di Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah. Penerima bantuan RJIT di daerah ini adalah P3A Danum Nyalir, dengan target luas lahan yang terairi adalah 115 hektare (Ha).

“Selain itu, RJIT juga dilakukan di Desa Sumber Garunggung, Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Penerima bantuan RJIT di tempat ini adalah P3A Lungkur Putii yang diketuai Suroto. Sedangkan luas lahan yang terairi adalah 65 hektare,” terang Sarwo Edhy.(*)