JAKARTA- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa begitu kental dalam acara Halal Bihalal yang digelar oleh Anggota DPD RI/MPR RI, Achmad Azran, yang akrab disapa Bang Azran, di Posko Bang Azran, Jalan Suci, Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (3/4).
Berbeda dari acara formal pada umumnya, Halal Bihalal kali ini menghadirkan nuansa sederhana namun menyentuh hati. Para konstituen yang hadir membawa makanan secara potluck dari rumah masing-masing, yang kemudian disantap bersama. Hidangan yang beragam tersaji tanpa sekat, menciptakan suasana layaknya keluarga besar yang berkumpul di hari Idulfitri.
Tawa, cerita, dan kebersamaan mengalir begitu alami. Tidak ada jarak antara pemimpin dan masyarakat. Semua duduk bersama, berbagi makanan, serta saling bertukar kisah dalam kehangatan silaturahmi.
Meski mengusung konsep sederhana dan partisipatif, Bang Azran tetap mempersiapkan acara dengan maksimal demi kenyamanan seluruh tamu yang hadir. Dalam sambutannya, Bang Azran menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran para konstituen dari berbagai wilayah, termasuk Kepulauan Seribu
“Saya sangat bahagia dan terharu melihat kebersamaan hari ini. Ini bukan sekadar acara, tapi momen kekeluargaan yang sangat berarti bagi saya. Terima kasih atas kehadiran seluruh konstituen, termasuk saudara-saudara kita dari Kepulauan Seribu yang rela menempuh perjalanan jauh demi bersilaturahmi,” ujar Bang Azran.
Ia juga menegaskan bahwa kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang kuat antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Kita hidup tidak bisa sendirian. Kita harus saling bergotong royong, saling menutupi kekurangan, bukan membanggakan kelebihan. Dengan kebersamaan dan keikhlasan, insyaallah apa yang kita lakukan akan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat DKI Jakarta,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Azran turut menyampaikan refleksi atas perjalanan tugasnya sebagai anggota DPD RI selama kurang lebih satu setengah tahun. Ia mengakui masih banyak keterbatasan dalam memenuhi seluruh harapan masyarakat.
“Mungkin dari 100 persen harapan masyarakat, saya belum bisa memenuhinya sepenuhnya. Namun dengan dukungan dan komitmen bersama, insyaallah setidaknya sebagian sudah bisa kita wujudkan. Saya tidak ingin membanggakan diri, biarlah masyarakat yang menilai apa yang telah saya lakukan,” ungkapnya.
Bang Azran juga mengajak seluruh tim dan relawan yang tergabung dalam SIAAP (Sarana Informasi Achmad Azran Peduli) untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
“Jangan dilihat dari sosok Achmad Azran-nya, tapi lihat kepedulian kita. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan—baik pendampingan kesehatan, alat bantu seperti kursi roda dan kaki palsu, maupun kebutuhan lainnya. Dengan kebersamaan, kita bisa terus hadir membantu mereka,” katanya.
Pria asli Betawi itu menegaskan bahwa setiap capaian yang dirasakan masyarakat bukanlah hasil kerja individu, melainkan hasil kerja kolektif seluruh tim dan relawan.
“Jika itu dinilai sebagai keberhasilan, itu bukan keberhasilan saya pribadi, tapi keberhasilan kita semua yang terus berkomitmen membantu masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bang Azran juga menyampaikan sisi personal dari perjalanan pengabdiannya sebagai wakil rakyat.
“Dulu saat saya menjadi pengusaha, saya tidak pernah dihujat atau dimaki. Namun ketika menjadi anggota dewan, saya harus siap dengan kritik, cacian, bahkan hinaan. Tapi saya harus ikhlas, karena semua ini demi masyarakat yang saya cintai,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal SIAAP, Nurdin, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai konsep potluck menjadi simbol kuat nilai gotong royong dan kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat humanis. Masyarakat hadir bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari keluarga. Ini mencerminkan hubungan yang tulus dan penuh kebersamaan,” ungkap Nurdin.
Acara Halal Bihalal ini menjadi bukti bahwa silaturahmi tidak harus mewah. Dengan kesederhanaan, kehangatan, dan rasa saling memiliki, hubungan emosional antara Bang Azran dan para konstituennya justru semakin erat.
Di tengah suasana Idulfitri yang penuh makna, momen ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah hal yang paling berharga—dan keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang rasa saling peduli dan hadir satu sama lain.





