IP dan Produktivitas Pertanian Sumedang Meningkat Berkat RJIT Kementan

oleh -37 views

JAWA BARAT – Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dilakukan Kementerian Pertanian di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berdampak positif. Sebab, RJIT membuat indeks pertanaman dan produktivitas pertanian meningkat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, RJIT adalah bagian dari water management untuk mendukung pertanian.

“Pertanian harus didukung dengan air. Dengan RJIT, kita memastikan pasokan air ke lahan pertanian mencukupi. Sehingga produksi tidak bermasalah. Justru kita mendorong agar produktivitas bisa ditingkatkan,” katanya, Senin (19/10/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, memperkuat pernyataan itu.

“RJIT adalah bagian dari water management. Tujuannya bukan hanya memperbaiki saluran irigasi yang rusak, tetapi juga memaksimalkannya, sehingga indeks pertanaman (IP), produktivitas, serta luas areal tanam bisa meningkat,” katanya.

Di Sumedang, kegiatan RJIT dilakukan di Desa Ranjeng, Kecamatan Cisitu, oleh Kelompok Tani Sugih Mukti.

“RJIT kita lakukan karena kondisi saluran berupa saluran tanah, sehingga distribusi air ke lahan sawah kurang lancar. Dengan RJIT, saluran kita buat menjadi permanen menggunakan konstruksi pasangan batu sesuai dengan spesifik lokasi setempat,” jelasnya.

Luas layanan irigasi sebelum dilakukan rehabilitasi seluas 20 hektare (Ha). Setelah RJIT dilakukan, jumlah ini bertambah menjadi 25 Ha.

Kegiatan RJIT juga diharapkan membuat produktivitas meningkat. Jika sebelumnya produktivitas 6 ton/ha, diharapkan angka ini bertambah menjadi 7 ton/ha. Begitu juga dengan IP yang awalnya 200 atau 2 kali tanam dalam 1 tahun, diharapkan naik menjadi 300, atau 3 kali dalam 1 tahun.(*)