IPDMIP Beri Pelatihan Buat Staf Pendamping di NTB

oleh -80 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

KAHYANGAN.NET//NUSA TENGGARA BARAT – Balai Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun), Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyelenggarakan New Staff Training, 6 – 12 Oktober 2020. Kegiatan ini diikuti 24 orang peserta yang berasal dari 4 (empat) Kabupaten NTB, yaitu Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima.

Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan staf lapangan. Terutama dalam hal peningkatan kapasitas kelembagaan petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pelatihan harus diikuti dengan serius oleh para staf lapangan.

“Bicara tentang pertanian, berarti kita bicara mengenai lapangan. Karena, aktivitas pertanian itu di lapangan. Oleh karena itu, staf lapangan harus mengikuti pelatihan dengan baik agar materi yang didapat bisa diimplementasikan dengan baik pula,” tutur Mentan SYL.

Imbauan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Pembangunan pertanian harus dilakukan dari pembangunan SDM. Siapa itu SDM pertanian? Yaitu petani, penyuluh, petani milenial, poktan, gapoktan, termasuk staf lapangan. Semua harus meningkatkan kemampuan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian,” katanya.

Menurut Kepala Balai Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan, Hendro Yulistiono, proyek Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Terpadu Partisipatif atau Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP), dirancang untuk mewujudkan pembangunan pertanian di Indonesia.

“Sasarannya untuk mencapai swasembada beras, melalui meningkatkan produktivitas padi pada lahan irigasi,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan IPDMIP sektor pertanian berperan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Khususnya pemanfaat irigasi dengan tiga sub komponen kegiatan, yaitu meningkatkan kapasitas petani baik dari adminstrasi maupun keuangan dan pengurus taman gender, serta jasa pelayanan finansial dan penggunanya (rantai nilai dan literasi keuangan).

Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan pelatihan new staff training untuk meningkatkan kompetensi tenaga penyuluh kontrak.

“Harapan dari pelatihan ini agar para peserta pelatihan dapat melaksanakan tugas dilapangan dengan baik serta dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan penyuluhan pertanian,” katanya.

Sebagai Narasumber adalah kepala Dinas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Provinsi NTB, Widiyaiswara Bapeltanbun Provinsi NTB serta 3 konsultan daerah yaitu Sukmawati, Lalu Maryadi dan Masitah yang mengajar Rantai Nilai dan dan Literasi Keuangan.

Menurut Team Leader konsultan Regional 9, Sukmawati, materi yang disampaikan dalam kegiatan pelatihan antara lain Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Petani di Daerah Irigasi Provinsi NTB, Program Pengembangan Kelembagaan IPDMIP, Dinamka Kelompok, Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani, Pengarusutamaan Gender dalam Penyuluhan Pertanian.

Materi lainnya adalah Konsep Rantai Nilai dan Pemetaan Rantai Nilai, Validasi Rantai Nilai, Analisis Rantai Nilai dan Perancangan Model Rantai Nilai, Literasi Keuangan, Perataan Lahan, Inovasi Teknologi Budidaya padi, Kesehatan dan Gizi Masyarakat, dan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Sementara penyuluh pertanian pusat, Yulia TS, sekaligus PIC regional 7 yang meliputi NTB dan NTT, menyampaikan di program IPDMIP ada beberapa jenis pelatihan. Jadi apa yang diajarkan dalam pelatihan tersebut diatas, juga akan ada pelatihan lebih mendalam lagi.

“Beberapa pelatihan diantaranya pelatihan bagi staf lapangan, pelatihan pengelolaan kesuburan lahan, pelatihan Rantai Nilai, Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK), pelatihan penyegaran bagi penyuluh pendamping IPDMIP, dan lainnya,” katanya. (YL/EZ)