Kajot Donasikan Gaji Mana? Gaji Pokok Bupati Saja atau Lengkap Tunjangannya, Yakin Berani?

oleh -37 views

BENGKAYANG – Janji politik ‘uang’ Calon Bupati Bengkayang Martinus Kajot harus dipertegas. Sebab, posisi donasi gaji Bupati Bengkayang masih sangat bersayap. Gaji mana yang akan disumbangkan Kajot, apakah gaji pokok saja atau lengkap bersama tunjangannya? Seberapa berani Kajot mewujudkan janji tersebut? Sebab, gaji plus tunjangan bupati per bulannya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Publik Bengkayang jangan terperdaya janji manis donasi gaji setahun milik Kajot. Harus berpikir cerdas, kritis, dan terbuka. Janji tersebut justru kuat beraroma ‘politik uang’. Penyampaiannya diberikan dalam nuansa kampanye Pilkada Bengkayang 2020. Lebih lanjut, model gaji seperti apa yang diberikan Kajot kepada masyarakat Bengkayang. Apalagi, komponen gaji terdiri gaji pokok, tunjangan, dan potongan.

“Kalau saya jadi bupati, gaji tidak perlu diambil. Biar untuk rakyat. Gaji setahun akan disumbangkan. Membantu masyarakat yang membutuhkan,” terang Kajot.

Gaji bupati/walikota tahun 2019-2024 cukup menggiurkan. Gaji pokok mencapai Rp5,8 Juta per Bulan. Selain gaji pokok, masih ada tunjangan operasional dan nilainya berdasarkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika PAD-nya mencapai Rp150 Miliar, maka batas bawah tunjangan operasionalnya Rp600 Juta. Untuk Bengkayang, PAD dalam APBD 2019 senilai Rp59,5Miliar.

Memakai ilustrasi tersebut, artinya tunjangan operasional Bupati Bengkayang per bulannya minimal Rp238 Juta. Bila digabung dengan gaji pokok bupati/walikota Rp5,8 Juta per Bulan menjadi Rp243,8 Juta per bulan. Seandainya Kajot benar-benar dermawan dan tidak berkilah lagi, idealnya ada Rp243,8 Juta yang akan dibagikan kepada masyarakat. Dalam setahun ada Rp2,925 Miliar. Yakin, jumlah uang itu akan dibagikan Kajot secara cuma-cuma kepada masyarakat Bengkayang?

“Bentuk sumbangan bisa bermacam-macam. Bisa saja tunai, berbentuk sembako, atau lainnya,” katanya.

Melihat nilai menggiurkan Rp2,925 Miliar selama setahun, tampaknya menjadi sebuah kemustahilan janji donasi gaji akan diberikan penuh. Sebab, bila yang diberikan hanya gaji pokok Rp5,8 Juta atau Rp69,6 Juta per Tahun tentu sangat kecil. Saat ini jumlah penduduk miskin di Bengkayang sekitar 17,69 Ribu orang. Bila gaji pokok yang diberikan, setiap warga hanya menerima sumbangan Rp3.934 setahun. Atau, Rp165.573 setahun bila diambil dari total gaji Rp2,95 Miliar tersebut.

Terlepas dari apapun, Kajot idealnya menghadirkan akses ekonomi seluas-luasnya kepada masyarakat. Lapangan pekerjaan dibuka sebanyak-banyaknya. Akses pekerjaan baru dihadirkan. Entah melalui program padat karya atau menghadirkan investasi baru sebesar-besarnya. Bukan memberi kenikmatan sesaat dengan donasi gaji (jika terpilih jadi bupati pula). Begitu donasi habis, mereka lapar lagi.(***)